Cerita Ngentot Bersambung – Sore harinya saat papa belum pulang. Mamapun benar-benar bertanya pada Andra dan Bobi. Aku hanya memperhatikan dan mendengar dari jauh saja.
“Kamu beneran liat kakak dan mama waktu itu sayang?” tanya mama.
“I..iya ma” jawab mereka berdua tergagap.
“Maaf yah sayang… tapi kalian gak kasih tahu papa kan?”
“Ng..nggak kok ma, tapi kok mama sampai emutin punya kakak sih?” tanya Andra.
“Hmm? Kenapa? Kalian pengen juga yah?” goda mama.
“Eh, i..itu, mau ma, aku mau”
“Bobi juga mau ma”
“ Hihihi, duh kalian ini. Sama aja dengan kakak kalian. Tapi sebelum itu… kalian pengen lihat yang lebih nggak?”
“M..maksud mama?”
“Lihat mama gitu-gituan, mau?” ujar mama sambil senyum-senyum.
“Hah? Sa..sama siapa ma? Sama kak Andi?”
“Bukaaaan” jawab mama geleng-geleng.
“Te..terus? sama Papa?” Mama menggeleng lagi sambil tetap tersenyum manis.
“Terus sama siapa Ma?”
“Sama Pak Jupri” ujar mama kemudian.
“Hah??” terang saja mereka berdua terkejut bukan main mendengarnya, sama hal nya dengan pertama kali aku menemukan mama berduaan denganbandot sialan itu.
“Mau tidak? Kok diam sih? Hihihi”
“Eh, i..itu… beneran Ma?”
“Iya… jangan kasih tahu papa yah… jadi kalian pengen lihat nggak nih?”
“M..mau Ma” jawab mereka hampir serentak. Aku yakin perasaan mereka sama denganku, mereka pasti sakit hati tapi juga penasaran karena horni.
Kecantikan mama memang membuat siapapun terpikat, termasuk anak-anaknya sendiri.
“Ya sudah, kalian tunggu dua hari lagi yah… papa kalian bakal keluar kota selama seminggu. Nanti kalian bisa lebih puas deh melihatnya, hihihi” ujar mama kemudian. Aku baru tahu kalau papa tidak akan di rumah selama seminggu, tapi ku rasa selama seminggu itu akan terjadi hal-hal yang luar biasa. Aku sungguh penasaran apa yang akan terjadi besok selama seminggu papa tidak di rumah.
. . .
“Oke, papa berangkat dulu yah… ” ucap papa berpamitan pada kami pagi itu.
Tampak sebuah taksi baru saja berhenti di depan rumah.
“Iya Pa… hati-hati di jalan” balas mama sambil mencium tangan suaminya.
“Andi, tolong kamu jaga mama dan adik-adikmu” kata papa kini padaku.
“I..iya Pa”
Papapun masuk ke dalam taksi, tidak lama kemudian taksi itu berangkat sambil diiringi lambaian tangan mama, sungguh mama terlihat seperti istri yang setia, seandainya papa tahu bagaimana kelakuan istrinya itu yang sebenarnya saat dia tidak di rumah. Terlebih saat ini papa akan meninggalkan kami selama satu minggu. Dadaku berdebar-debar membayangkan bagaimana kami akan melalui hari dalam satu minggu ini!
“Eh, kalian nggak sekolah? Buruan siap-siap sana!” suruh mama kemudian pada kami bertiga.
“Ma, kalau aku nggak sekolah boleh nggak?” tanyaku.
“Ya ampuuun, kamu ini sayang, kenapa sih? Pengen lihat lagi?” tanya mama senyum-senyum padaku.
“Iya ma…” Aku lihat Andra dan Bobi seperti ingin mengatakan hal yang sama.
Tampaknya mereka penasaran dengan janji mama waktu itu. Mereka ingin cepat menonton ibu kandung kami ini bersetubuh.
“Hihihi, buru-buru amat sih? Papa kalian kan gak di rumah sayang.. Jadi sepulang sekolah nanti juga bisa kok. Gak boleh malas sekolahnya!”
“Gi..gitu yah ma… ya udah deh” jawabku.
“Iya… udah sana kalian juga siap-siap juga ke sekolah”
“I..iya Ma” jawab Andra dan Bobi serentak.
Setelah bersiap-siap, kamipun pergi ke sekolah. Tapi seperti biasa aku selalu tidak konsen memikirkan apa yang sedang mama lakukan di rumah dan apa yang akan terjadi nanti. Aku ingin cepat-cepat pulang. Aku rasa adik- adikku juga merasakan hal yang sama saat ini.
. . .
Mama hanya senyum-senyum saja kepada kami, dia sepertinya tahu bahwa kami
sudah menunggu-nunggu dari tadi. Benar, sejak kami pulang sekolah tadi aku memang sudah tak sabaran, begitupun dengan kedua adikku. Aku penasaran bagaimana rasanya bersama-sama dengan adik-adikku melihat mama kami disetubuhi orang. Beberapa saat kemudian pak Jupripun muncul. Bukan pak Jupri namanya kalau tidak muncul dengan tawa merendahkan, apalagi kini dia melihat kalau anak-anaknya mama benar-benar berkumpul
untuk melihat ibu kandung mereka bersetubuh.
“Gile! Kalian penasaran banget yah liat mama kalian ngentot? Hahahaha” tawanya sambil melihat kami bertiga.
“Lo lebih jalang karena mau-maunya dientoin di depan anak-anak lo!” ujar pak Jupri kemudian pada mama. Ku lihat mama malah balas tersenyum.
“Oke sekarang liat ya mama kalian gue entotin. Selama seminggu ini gue bakal jadi papa kalian! hahaha” Pak Jupri langsung menarik tangan mama ke kasur. Dia menciumi mama
dengan buasnya di atas ranjang. Sambil asik berciuman sesekali dia melirik ke arah kami, begitupun mama. Pak Jupri juga menelanjangi ibu kandung kami ini pelan-pelan seakan sengaja ingin mengaduk-ngaduk perasaan kami.
Setelah itu dia mulai menyetubuhi mama. Sekarang Mama tidak hanya disetubuhi di depanku saja, tapi di depan semua anak-anaknya. Pak Jupri juga menyuruh kami semua ikut bertelanjang bulat sambil menonton dia menyetubuhi mama. Kamipun menuruti.
“Heh, ngapain lo pada bengong?” bentak Pak Jupri pada kedua adikku yang terlihat bingung harus apa dalam situasi panas seperti ini.
“Hihihi, mereka kan belum pada tau harus apa mas… Andra, Bobi, suka yah liat Mama diginiin sama Pak Jupri?”
“I-iya Ma..” jawab mereka serentak di sebelahku.
“Andra dan Bobi coba ikutin mas Andi yah..” sambil tengah digenjot dari
belakang oleh bandot sialan itu, Mamaku dengan tubuh yang terdorong-dorong
dan mulai berkeringat itu mengajarkan kedua adikku untuk memegang kemaluan mereka sendiri. Mereka lalu mulai mengikuti caraku melakukan onani.
Inilah pertama kalinya kedua adikku melakukan onani, ironisnya justru ibu mereka sendiri yang mengajarkan mereka.
Kami terus onani sambil melihat mama disetubuhi oleh bandot yang sepertinya
tinggal separuh nyawa itu.
Di tengah pergumulan mamaku, tiba-tiba adikku Andra bersuara yang sebelumnya hanya terus diam karena terpesona dengan
adegan di ranjang itu, yang akhirnya juga disusul oleh adikku Bobi.
“Maaa.. aku kayak mau pipis maaa..”
“A-aku juga maaa.. eeghh..”
“Keluarin aja sayang… gak usah takut, ayo pipis aja..”
“Maaa!”
Dengan tubuh mengejang tak beraturan akhirnya kami semua memuncratkan
sperma kami. Tidak hanya aku, tapi adik-adikku juga yang sudah terangsang
berat menonton mama disetubuhi. Kami menumpahkan sperma kami di tubuh ibu kandung kami ini. Adik bungsuku Bobi yang baru kelas 5 SD dengan penis belum disunat itu bahkan menumpahkannya di wajah mama.
“Duh, kalian ini nakal banget sih? Mama sendiri dipejuin rame-rame gini, hihihi” respon mama yang malah tertawa melihat kami.
“Maaf ma…”
“Hihihi…Gak apa kok”
Seketika setelah tubuh dan wajah Mama sudah belepotan peju kami, mendadak
Mama mulai terdiam sambil meremas sprei kasur yang memang sudah acak-acakan. Aku melihat wajah Mama seperti menahan sesuatu sambil menggigit bibir bawahnya di tengah genjotan bandot tua itu, yang selalu membuat tubuh seksi dengan perut buncit itu terpelanting kedepan dan kebelakang dengan sangat kasar!
Akhirnya tubuh Mama mengejang disertai jeritan mereka berdua bersamaan, dan ambruk di atas kasur yang biasa ditiduri oleh Mama dan Papa, yang kini malah menjadi tempat perzinahan antara Mama dengan lelaki tetangga sebelah. Mengenaskan memang, tapi sensasi ini membuatku ingin terus melihat pergumulan mereka. Tampak kini tubuh putih Mama ditindih pria tua berkulit hitam itu sambil berusaha mengatur nafas.
“Eh, mereka semua kayaknya nafsu sama lo tuh Lisa, gimana kalau lo bolehin
mereka ngentotin lo, hehehe” ujar pak Jupri setelah selesai menumpahkan spermanya ke dalam tubuh mama. Tentu saja membuat kami semua ibu dan anak terkejut.
“Jangan ah mas, masa adek disetubuhi anak-anak sendiri” tolak mama.
“Mau dong Lis, tuh mereka semua pasti kepengen tuh, iya nggak? Kalian pengen kan ngerasain ngentotin mama kalian ini?
Huahahaha” kami hanya diam, mungkin malu mengakui kalau kami memang penasaran ingin merasakan
tubuh mama.
“Tapi kan Mas…”
“Udah… coba lo tanya ke anak-anak lo sana!” suruh pak Jupri terus mendesak
mama. Mama tampak bingung, meski begitu mama kemudian betul-betul
menanyakannya pada kami.
“Emm…Kalian pengen ngentotin mama juga?” tanya mama tetap dengan senyum manisnya pada kami. Dadaku sungguh berdebar dengan kencang
ditanyai mama seperti itu.
“E..emang boleh ma?”
“Gak tahu tuh pak Jupri, penasaran banget tuh kayaknya pengen liat kita ibu
dan anak-anaknya berzinah, hihihi” ucap mama sambil tersenyum melirik ke
arah pak Jupri.
“Hmm….Kalau kalian emang mau mama kasih, tapi cuma sekali aja, agar kalian belajar mengenal seks” ucap mama lagi.
Aku terkejut. Aku tidak mengira kalau mama akhirnya benar-benar akan
membolehkannya. Sekarang aku justru berterima kasih pada pak Jupri karena
omongannya itu aku benar-benar akan bisa menyetubuhi mama.
“Mau Ma…” jawabku. Andra dan Bobi juga mengiyakan.
“Hihihi, dasar kalian…”
“Huahahaha, mantab deh, oke sekarang gue mau istirahat sambil nonton kalian
aja, hahaha” tawa pak Jupri sambil beranjak dari kasur menuju kursi rias
mama dengan tetap terus memperhatikan kami berempat.
“Eemmm.. siapa dulu ya yang mau main sama mama?” tanya mama pada kami
sambil tersenyum manis walau aku sempat mendengar sedikit keraguan dari
nada bicara mama.
“Aku dulu mah”
“Nggak ma, aku”
“Aku dulu dong ma” pinta kami berebutan ingin segera merasakan enaknya tidur dalam pelukan mama dalam keadan telanjang. Pak jupri sampai tertawa ngakak melihat kami.
“Hihihi… kok jadi ngerebutin mama sih? Andi, kamu kan sudah sering sayang,
kamu ngalah sama adik-adikmu dulu yah” ujar mama mencoba mengatur.
“Tapi kan aku belum pernah masukin ke itunya mama”
“Hihihi, iya… tapi nanti kamu pasti dapat juga kok, oke?”
“….Oke deh Ma” jawabku, ku turuti saja perkataan mama.
“Berarti aku dulu yah ma?” pinta Andra semangat.
“Kamu juga ngalah dulu yah… kasih Bobi dulu yah sayang, setelah ini baru giliran kamu, yah sayang… mama gak kemana-mana kok”
“I-iya ma..” jawab Andra terpaksa, walaupun begitu penisnya yang tadi melemas mulai mengacung lagi melihat Bobi mendekati mama.
Part Selanjutnya… – Part 7 –
***
Baca Juga
- Cerita Dewasa Bersambung: Kenikmatan Tante Girang
- Cerita Seks Bersambung Birahi Ibu dan Anak
- Cerita Panas Bersambung Bugil dengan Pembantu
- Novel Dewasa: Seks Teman Kantor
- Cerita Dewasa: Seks Kebaya Merah
- Cerita Panas: Tukang Kebun Besar Kali
- Novel Erotis Istri Selingkuh
- Wattpad Dewasa Ngentot Anak SMP
- Cerbung Ngeseks Dengan Kakak Dan Adik Kandungku
- Ketahuan Coli Jadi Ngewe sama Bibi
- Ngentot Ukhti di Hutan
- Istri yang Diperkosa Supir
- Dibantu Intan di Kamar Mandi
- Hilangnya Perawan Pramugari

