“Eee..” pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras dan besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir vaginaku. “Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi..” “Aah.. sak.. kiit..!” jeritku keras-keras menahan ngilu yang amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya. Akhirnya batang penis supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku dan terhimpit oleh bibir vaginaku.
Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, penisnya hanya didiamkan saja tidak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan-lahan dan setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan ingin menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat dan terasa bergerenjal-gerenjal itu. Makin lama gerakannya semakin cepat dan cepat sehingga tubuhku semakin berguncang dengan hebatnya sampai, “Ouhh..” Tiba-tiba suara supirku dan suaraku sama-sama beradu nyaring sekali dan panjang lengkingannya dengan diikuti tubuhku yang kaku dan langsung lemas bagaikan tanpa tulang rasanya. Begitu pula dengan tubuh supirku yang langsung terhempas kesamping tubuhku. “Sialan kamu Ben!” ucapku memecah kesunyian dengan nada geram. Cerita Bokep
Setelah beberapa lama aku melepas lelah dan nafasku sudah mulai tenang dan teratur kembali. “Kamu gila Ben, kamu telah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau!” ucapku lagi sambil memandang tubuhnya yang masih terkulai di samping sisiku. “Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal. “Tenang Bu Vivi.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Vivi.” ucapnya dengan tenang. “Iya.. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus. “Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan selalu minum air putih dan selama dua hari sebelumnya saya selalu mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Vivi enggak usah khawatir bakalan hamil bu,” ucapnya malah lebih tenang lagi. “Ouh.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Ben..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya. “Bagaimana Bu Vivi..?
Bagaimana apanya? Sekarang kamu lepasin saya Ben..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas. “Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku. Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku tidak dapat kupungkiri walaupun tadi dia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, namun aku sendiri turut menikmatinya bahkan aku sendiri merasakan organsime dua kali. “Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.
“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Benny!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku. “Nanti saja yach! Sekarang kita mandi dulu!” ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku dan membawa ke kamar mandi yang berada di samping tempat ranjangku. Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku dan menyalakan kran air hingga tubuhku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu.
Melihat tubuhku yang sudah basah dan terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Benny supirku berjongkok dekatku dan kemudian duduk di sampingku hingga tubuhnya pun turut basah oleh air yang turun dari atas. Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil.
Lalu diambilnya sabun Lux cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu dia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan kemudian ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Sesekali dia meremas dengan lembut buah dada dan punting susuku hingga aku merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku. “Ah.. mas..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku.
Lagi-lagi aku kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat aku bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tidak dapat bergerak lagi. “Benny.. Jangan.. jangan.. mas..” kataku berulang-ulang sambil terisak nangis. Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk.
Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku. “Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku. “Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu. “Tapi saya majikan kamu Ben..” kataku mencoba mengingatkan. “Memang betul bu.. tapi itu waktu jam kerja, sekarang sudah pukul 7 malam berarti saya sudah bebas tugas..” balasnya sambil melepas ikatan tali BH yang kukenakan. “Hhh mm uuhh,” desah nafasnya memenuhi telingaku. “Tapi malam ini Bu Vivi harus mau melayani saya,” katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding dan geli. Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu tubuhku dibaliknya hingga telentang.
Aku dapat melihat tubuh polosnya itu. Tidak lama kemudian supirku menarik kakiku sampai pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. Tubuhku kemudian digendongnya dan dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yang diselonjorkan, mirip anak perempuan yang tubuhnya sedang dipeluk ayahnya.
Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yang bidang dan terlihat otot dadanya berbentuk dan kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku dan pantatku yang kencang dan putih bersih itu. “Benny.. jangan Ben.. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya. Namun Benny, supirku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku. “Ouh.. zzt.. Euh..” desisku panjang dengan tubuh menegang menahan geli serta seperti terkena setrum saat kurasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.
Apalagi telapak dan jemari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku. “Mass.. Eee” rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sambil memejapkan mata ketika kurasakan jemarinya mulai mengusap-usap belahan bibir vaginaku. Tangan Mas Benny terus menyentuh dan bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi dan kembali ke atas lagi dengan perlahan sampai beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir vaginaku yang mulai terasa berdenyut-denyut, gatal dan geli.
Tangannya yang terus meraba dan menggelitik-gelitik bagian dalam bibir vaginaku membuat birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi sudah cukup lama tubuhku tidak pernah mendapatkan kehangatan lagi dari suamiku yang selalu sibuk dan sibuk. Entah siapa yang memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yang keluar dari dalam mulut masing-masing. “Ouh.. Vivi.. wajahmu cukup merangsang sekali Vivi..!” ucapnya dengan nafasnya yang semakin memburu itu.
Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian, “Ouh.. mas..” rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur nikmat yang tiada henti setelah mulutnya dengan langsung memagut buah dadaku yang ranum itu. Kurasakan mulutnya menyedot, memagut, bahkan menggigit-gigit kecil punting susuku sambil sekali-kali menarik-narik dengan giginya. Entah mengapa perasaanku saat itu seperti takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan nikmat yang luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yang pernah lama hilang kini kembali datang merasuki tubuhku yang sedang dalam keadaan tidak berdaya dan pasrah. “Bruk..” tiba-tiba tangan Mas Benny melepaskan tubuhku yang sedang asyik-asyiknya aku menikmati sedalam-dalamnya tubuhku yang sedang melambung dan melayang-layang itu hingga tubuhku terjatuh di atas ranjang tidurku.
Tidak berapa lama kemudian kurasakan bagian bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Mendapat serangan seperti itu tubuhku langsung menggelinjang-gelinjang dan rintihan serta erangan suaraku semakin meninggi menahan geli bercampur nikmat sampai-sampai kepalaku bergerak menggeleng ke kanan dan ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu dan melumati bibir vaginaku terlebih-lebih pada bagian atas lubang vaginaku yang paling sensitif itu. “Benny.. sudah.. sudah.. ouh.. ampun Aar.. riss..” rintihku panjang dengan tubuh yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang luar biasa rasanya saat itu. Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya.
Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya. “Ouh.. Ben..” desisku menikmati alur permainannya yang terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suamiku sendiri. “Sabar Win.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!” suara supirku yang setengah bergumam sambil terus menjilat dan menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya. Setelah puas mulutnya bermain dan berkenalan dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Benny lalu mendekati wajahku sambil meremas-remas buah dadaku yang ranum dan kenyal itu. “Bu Vivi.., saya entot sekarang ya.. sayang..” bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yang sudah mendesah-desah.
Namaku Vivi, umurku sudah 26 tahun. Waktu menikah umurku masih 20 tahun dan sekarang Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang. Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki beberapa usaha di dalam dan luar negri seperti Crown International Pictures. Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah.
Bila suamiku berada di rumah hanya untuk istirahat dan tidur sedang pagi-pagi sekali dia sudah kembali leyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan karena ada saja yang dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran.
Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Terlebih lagi bila suamiku sedang pergi dengan urusan bisnisnya yang berada di luar negeri, bisa meninggalkan aku sampai 2 mingguan lamanya. Aku tidak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku kuisi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon dan terkadang melakukan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku.
Seperti biasanya begitu aku tiba di dalam rumah, aku langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam rumah dan melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, aku langsung melemparkan tasku ke bangku yang ada di dekat pintu masuk dan aku langsung melepas pakaian senamku yang berwarna hitam hingga tinggal BH dan celana dalam saja yang masih melekat pada tubuhku.
Saat aku berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi aku melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat aku melihat tubuhku ke cermin dan melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang dan berbentuk mirip perut padi, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil kemudian aku menyampingkan tubuhku hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya.
Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, buah dadaku yang masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, “Ouh.. ngapain kamu di sini!” sedikit terkejut ketika aku sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan tubuhku sendiri tiba-tiba saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup. “Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka.
Tetapi supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku. “Benny.. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot. “silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku. Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat, memang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar hanya saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari. Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya.
Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku. “Mas.. jangan!” kataku dengan suara gemetar. “Hua.. ha.. ha.. ha..!” suara tawa supirku saat melihatku mulai kepepet. “Jangan..!” jeritku, begitu supirku yang sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh di atas ranjang dan dalam beberapa detik kemudian tubuh supirku langsung menyusul jatuh menindih tubuhku yang telentang. Aku terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya. Perlawananku yang terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi aku sampai aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yang besar dan kekar itu.
Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali dan celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun aku terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya.
Novel Dewasa – Seks Bugil Waktu itu gue udah married & bekerja di suatu perusahaan swasta di Jkt, kemudian suatu hari ada cewe cantik & imut dari kantor cabang di mutasi ke kantor pusat tempat gue kerja. Namanya Ayu, kulitnya putih (favorite gue), tinggi 162 cm, dadanya penuh berisi. Mukanya bersinar kayak ada cahaya, gue suka curi2 pandang utk liat mukanya dia. Awalnya gue nggak ngeh kalo dia lagi hamil krn dia suka pake baju yg longgar (baju monyet), eh setelah gue tau dia lagi hamil, gue malah jadi tambah pengen dekatin dia krn emang dari dulu gue suka banget ngeliat cewe hamil, kayaknya ada sesuatu yg berbeda antara cewe hamil dgn cewe biasa, lebih gimana gitu….
Setelah pdkt beberapa minggu, and gue yakin dia juga ada rasa, gue ajak Ayu lunch di Ancol, padahal kantor gue di daerah Sudirman, he he he niat bro. Trus setelah mobil gue parkir di spot yg strategis (depan pantai), mulai deh gue usaha. Gue mendekat kearah Ayu, sambil ngobrol gue elus rambutnya yg sebahu, trus gue pijitin lehernya pelan, matanya mulai terpejam dan gue pelan2 kiss pipinya Ayu, dia kaget tapi diam aja, kmd gue trusin kiss bibirnya, trus mulai melumat pelan bibirnya. Awalnya Ayu tidak membalas, gue rasa krn dia masih malu tapi setelah bbrp menit kmd tangannya mulai berani merengkuh leher gue dan mulai membalas sambil bergumam mmhhh…..wah akhirnya kami pun ber-french kiss ria, dan bibir kami saling berpagut mesra, ….mantap rasanya bro, …..Hari itu hanya ciuman aja, krn masih saling sungkan he he he.
Beberapa hari kemudian gue liat si Ayu keliatan sedih, trus gue nanya” ada apa Yu? Trus dia jawab ada keluarganya yg diopname tp dia belum sempet nengok krn suaminya sibuk trus. “Ya udah sini gue anterin kata gue, but gue minta dibayar ya?
Novel Dewasa – Ih, kok minta bayaran sich? Mau dibayar berapa katanya. “Pake bibir Ayu ya, dia nya senyum2 gitu dengernya.
Gue pergi ama Ayu pas lunch time. Singkat cerita setelah selesai bezuk, kita meluncur tak tentu tujuan, gue gelisah banget deg deg an. Trus gue nanya pelan ke Ayu, hutangnya kapan dibayar? Terserah kamu jawabnya. Enaknya dimana ya gumam gue. Terserah kamu aja jawabnya lagi. Wah udah lampu hijau nih pikir gue. Ya udah mobil gue arahin ke daerah MT Haryono menuju PN. Pas masuk ke pelataran PN, gue liat mukanya gelisah banget, trus gue pegang tangannya dan gue berkata” kalo Ayu nggak mau, kita pergi aja”. Ayu malah menggelengkan kepalanya and berkata “I’m ok”.
Setelah kami masuk ke kamar. Gue langsung peluk dia erat dan diapun membalas, kemudian bibir kami saling bertaut, lumayan lama kami berciuman dengan posisi berdiri. Trus tangan gue mulai menjelajahi tubuhnya dari lehernya gue usap trus ke punggung dan pelan2 tangan gue mulai meremas payudaranya, ugh montok banget, memang cewe kalo lagi hamil, payudaranya padat montok banget. Ciuman gue udah mulai gue arahin ke telinganya……gue jilat pelan belakang telinganya Ah…ah trus yang…gue cium lehernya, and Ayu tambah mengerang , trus dia mulai mendesis..ssssshhhhh…..ketika jari gue udah mulai mengenai niplenya…kakinya mulai melemah, gue langsung tahan badannya spy tdk jatuh..
Kemudian gue bawa Ayu ke arah ranjang dan gue rebahin dia, dan mulai membuka bajunya, Ayu sudah pasrah banget, mendesah dan menggumam tak jelas. Akhirnya Ayu tinggal memakai bra and cd, wah perutnya seksi banget, hamilnya kira2 udah 5 bulan. Gue cium perutnya yg hamil sambil tangan gue meremas payudaranya. Sensasinya bro…..gue nikmatin banget. Trus gue mulai buka bra-nya, wow padat banget, dan gue mulai mengulum niplenya, udah keras banget tanda dia udah mulai terangsang. Tangan gue mulai meraba cdnya dan mengusap cd luarnya dgn jari gue, ternyata udah mulai basah cdnya, diapun mulai terengah-engah. Sambil lidah gue masih menjilat niplenya, tangan kanan gue udah berada di dlm cd-nya dan mulai mencari klitorisnya
Ugh…ugh ugh gumamannya tambah keras sewaktu tangan gue mulai aktif bergerak di daerah vaginanya, udah basah banget. Trus gue buka cdnya dan lidah gue turun ke vaginanya dan mulai menjilat pinggiran vaginanya, kemudian akhirnya gue menjlat bgn klitorisnya….wah wanginya beda banget, belum pernah gue mencium wangi yg khas kayak gini, ada gurih2nya lagi………lidah gue trus menjilat vaginanya sambil tangan gue mengelus perutnya yg hamil.
Novel Dewasa – Trus yang…trus yang… desahnya , kmd gue masukin jari telunjuk gue ke dalam vaginanya……..aargghhhhh enak yang….katanya. Gue trus jilatin klitorisnya sambil telunjuk gue keluar masuk vaginannya, perlahan banget temponya krn gue takut ganggu kandungannya, trus yang ada malah si Ayu tambah terangsang dan kepala gue mulai diremas2 lembut saking nikmatnya. Setelah beberapa saat, gue mulai merasa napas Ayu tambah memburu dan badannya mulai menegang serta jepitan di vaginanya tambah erat trus tempo gue agak percepat….jari gue tambah mantap keluar masuk vaginanya…..dan akhirnya………oh sayang….gue mau keluar bisiknya. Teriak aja Ayu, jgn disimpan suaranya, teriak yg keras jgn malu!!!, nggak akan ada yg denger kata gue dan Ayu pun teriakannya mulai keras….aaaaaagh……..gue mau meledak …sayang…..uuuuhhhhh aaaaaahhh…..akhirnya keluar juga si Ayu, tangannya tambah keras menekan kepala gue. Jilatin trus gue lakuin, gue sedot gue minum semua cairan dari vaginanya….mhhhh nikmat banget rasanya.
Trus kami berpelukan dan gue cium bibirnya sambil elus-elus perutnya yg sexy, and Ayu pun berbisik, aku cium ya “adiknya….” ugh gue langsung nelen ludah, “be my pleasure” kata gue….kmd dia cium palcon gue sambil megang ****** gue , trus lidahnya mulai menari-nari di ujung ****** gue sambil tangannya mengocok-ngocok serta berputar2 dari pangkal sampai ama leher ****** gue, gila enak abis, gue sampai mengerang kenikmatan.
Gue pegang kepalanya dan gue bilang “udah ya mainin adik gue, daripada meledak di mulut kamu” dan dia bilang “biar aja, aku pengen rasain punya kamu…”wah tambah senewen gue dengernya. Akhirnya gue angkat juga kepalanya dan gue lumat bibirnya sambil gue raih badannya dan gue bikin dia telentang.
Trus gue posisikan badan gue diatasnya, dan mulai arahin ****** gue ke liang vaginanya, gue pelan2 masukin ****** gue, masih seret nih pikir gue, padahal Ayu udah punya anak pertama, tapi mungkin karena di “cesar” jadi masih rapet. Sexy banget badan Ayu gue liat dari atas dengan perutnya yg membusung sexy.
Novel Dewasa – Dengan sedikit usaha akhirnya gue berhasil memasuki vaginanya. Tangannya memeluk erat punggung gue, aaahhh trus yang… I’m yours….kata Ayu. ****** gue udah masuk semuanya, ah nikmat banget seperti ada yg gigit, mencengkram erat ****** gue, sampai gue meringis kenikmatan. Pelan2 gue turun naik kayak orang push up, nikmat tapi krn agak susah krn kehalang perutnya trus gue bisikin Ayu utk ganti posisi, spy lebih leluasa. Gue angkat badan Ayu dan dia bersandar di bagian kepala kasur dan dibawah pantatnya gue alasin bantal spy lebih tinggi.
Sambil gue cium bibirnya, gue masukin lagi liang vaginanya ama ****** gue. Langsung blesss……….ah “yang” pas banget posisinya katanya. Gue juga merasa demikian krn perutnya jadi tidak menghalangi gerakan gue. Setelah masuk semua, gue diemin bbrp detik, “trus yang” katanya kok berhenti ? gue pengen nikmatin dulu rasa ini Yu jawab gue. And gue mulai gerak perlahan, maju mundur dengan tempo yg gue jaga. Bibir gue melumat niplenya dan tangan gue meremas payudaranya dan mengelus perutnya yg sexy. Man….viewnya sexy banget. Vaginanya terasa menjepit erat ****** gue. Gila….enak banget, gue harus atur napas gue untuk menjaga spy gue nggak meledak dulu.
Dengan tempo yg tetep gue jaga, disertai elusan, rabaan, dan ciuman2 dari gue. Aura nafsu diantara kami semakin kuat, apalagi sesekali gue cium ketiaknya yg putih…..agh agh agh geli yang katanya. Kemudian badan Ayu mulai menegang dan tangannya tambah erat cengkram lengan gue tanda dia mau orgasm. Gerakan gue percepat , tambah cepat…..gue juga mulai merasa udah dekat ujung…..yes yes yes honey enak sayang….gue juga enak yu….
Novel Dewasa – Waktu merasa gue mau keluar, gue langsung lumat bibirnya dan Ayu tambah keras mencengkram gue. Aahhhhhhh yang…gue mau meledak yang kata Ayu. Gue juga mau keluar Yu kata gue. Akhirnya meledak lah kami berbarengan, lahar yg gue tahan sejak tadi membasahi dalam vaginanya…..rasanya melayang sewaktu gue orgasm. Gue lumat dengan nafsunya bibir Ayu yg sexy. And Gue peluk Ayu dan gue cium perutnya. Trus Ayu berkata” Sumpah yang, enak banget yg tadi”. “I know, gue juga merasa nikmat” kata gue”.
Trus setelah kita puas berpelukan, kitapun mandi bareng. Gue sabunin badannya dgn lembut, dan daerah yg paling lama gue sabunin adalah daerah perutnya. Gue usap lembut, dengan gerakan memutar, turun naik, gue nikmatin sensasinya. Ayu nanya” kamu suka perut ku ya. “Iya Yu jawab gue polos”. “Aku suka ama cewe hamil bisik gue lagi”. “Trus kalo gue udah melahirkan, kamu masih suka nggak ama aku tanyanya. “ Gue hanya senyum tak menjawab dan sambil mencium bibirnya, gue basuh badannya dan setelah gue keringan dengan handuk, pake baju and gue ajak dia balik ke kantor.
Novel Dewasa – Gue itung-itung 5x gue ML ama Ayu, sampai kandungannya berusia sekitar 8 bulan. Dan guess what setelah Ayu melahirkan, gue ama dia tidak pernah ML lagi, tapi hubungan gue sama Ayu tetap baik sampai sekarang.
Cerita Panas – pak ujang jangan panggil nak, panggil aq cinta ya pak..iya non cnta kata pak ujang, pak ujang, cnta udah mau tidur, pak ujang mau tdur? tanyaku, iya non tidur aja, bapak juga mau masuk kamar, lalu kami masuk ke kamar masing². Lampu juga tidak kunjung menyala, mulai gelisah, hujan mulai turun tambah deras disertai petir menyambar, ketakutanku makin menjadi jadi, aq berpikir lebih baik panggil pak ujang buat menjagaku. ketakutanku membuat aq lupa mengganti baju dan hanya memakai baju piyama (tentu memakai pakaian dalam) dengan tali tengah melingkari pinggulku
Tok tok tok rok tok…aq mengtuk pintu kamar pak ujang..ga berapa lama pak ujang membuka pintu, samar²terlihat pak ujang keluar memakai sarung, maaf pak mengganggu, aq takut dan ga bisa tidur pak…pak ujang jaga aq ya (aq berkata penuh harap), pak ujang terlihat bingung, mksud non cnta apa ya…bapak udah ngantuk mau tidur..”jawabnya, ya udah pak, kalau boleh aq tidur diatas bapak tidur dibawah ya…jawabku sekenanya.
Pak ujang mempersilahkan aq tidur dikasurnya dan dia tidur beralaskan tikar di lantai, aq suka tidur menyamping, tapi aq juga ga bisa tidur, mungkin karena suasana kamar yang sumpek berbeda dengan kamarku yang wangi dan sejuk.
Hujan semakin deras dengan petir yang menggelegar. samar²aq merasakan ranjang tempatku tidur mulai bergerak naik turun seakan akan ada yang menaiki , ntah kenapa aq masih berpura pura tidur, hatiku mengatakan pak ujang mulai bertingkah, salahku aq berbisik dalam hati, sekarang sudah terlambat, mungkin dia sudah sangat nafsu dengan aq pikirku. aq masih coba² berpura pura tidur.
Pelan² piyamaku terasa ditarik dibagian kaki sampai pinggul sehingga buah pantatku pasti terlihat oleh pak ujang. aq merasakan hembusan nafasnya dipantat dan selangkanganku, ohhhh tidakkk yang aq takutkan mulai terjadi, lidah dan kumis pak ujang menyapu vaginaku dengan lembut dan hangat, begitu lama dan lembut dia menjilat vaginaku, yg aq heran kan aq pake celana dalam(terakhir aq baru tau kalau celana dalam ku diguntingnya dibagian vagina ku) lidah itu menerobos memasuki lubang vaginaku, lidah terasa kasar dan besar, vaginaku mulai terasa basah, tapi aq menyembunyikan kenikmatan ini, aq masih bersikap seolah olah tertidur, kira² setngah jam kemudian aq merasakan kejantanannya mulai digesek gesekkan ke pantatku, bagaimana dia mengawiniku kalau posisi tidurku menyamping begini ?”tanyaku dalam hati, jawabnya segera aq temukan, pelan² vaginaku ditekan rudalnya yang hangat,awalnya aq deg²an tapi kemdian berubah menjadi panik, aq merasa rudalnya sangat besar, vaginaku seakan akan terbelah sangat nyeriii””aq mengigit bibirku sendiri, rudal itu sangat keras dan berdenyut denyut, aq khawatir vaginaku tidak dapat menampung rudalnya, rudal itu terus memasuki diriku tanpa ampun, terasa seluruh dinding vaginaku sesak oleh desakan rudalnya, terusssss…. jauh memasuki tubuhku sampai dibagian yang belum pernah dimasuki oleh suamiku, ohh tidakkkk!!!!desisku dalam hati, nikmatnya luar biasa, terus masuk sampai mentok ke rahimku,,,, panjang banget!!!!
pak ujang menghentikan tusukkannya setelah menyentuh rahimku, sambil kelamin kami menyatu dia tidur disampingku tanpa bergerak, rupanya dia ingin menikmati saat² menyatunya kelamin kami, lama aq menunggu apa yang akan dilakukan nya lagi pada kelaminku, terasa rudalnya makin mengeras dan berdenyut denyut kencang dalam vaginaku, sementara vaginaku mulai bertambah basah, dia sengaja mempermainkanku desisku dalam hati.
kira² 15 menit kemudian pak ujang mulai menaik dan memasukkan rudalnya, aq ingin merintih dan menjerit nikmat tapi tertahan krn menjaga harga diriku, aq menikmati vaginaku dikawini dengan lembut dan mesra . Rudalnya begitu pelan dan lembut keluar masuk mengawini kelamin betinaku, ntah mengapa aq menangis pelan, pak ujang mengetahuinya dan mengusap air mataku, semua sudah terjadi’ kata ku dalam hati…. sambil seks lagi aku dengan lembut pak ujang menciumku, aq mulai membuka mataku menatap sayu ke mata pak ujang.
kemudian aq menatap ke bawah melihat vaginaku yang putih sedang proses dikawini rudak pak ujang yang hitam besar, aq takjud melihat ukurannya rudalnya, pantas vaginaku terasa sakit sekali, ukurannya sangat besar dan bengkok ke atas. Pelan² ya pak lirihku pada pak ujang, aq mulai merubah posisi menjadi terlentang sehingga pak ujang lebih leluasa mengawiniku..aq tidak malu²lagi, aq mulai menjerit nikmat saat pak ujang menarik dan menusuk vaginaku dengan agak cepat. pak ujang berkata”memek non sempit banget,putih lagi, bapak suka, memek non tebel banget”aq tambah horny dikatakan seperti itu, +/- jam pak ujang mengawiniku, pakkk desisku…cinta mau dibuahi sama pak ujang….cnta mau hamil pak…beri cinta anak please….
Aq kaget pak ujang dengan semangat memompa vaginaku dengan cepat dan menyemburkan spermanya , vaginaku terasa hangat…nonnn kntol bapak tidak akan bapak cabut ampe pagi ya biar non bisa hamil…(kelamin kami menyatu sampe pagi ) kami kemudian tertidur.
Dini hari aq terbangun dan panik karena tau jam segini biasanya dia udah pulang, tapi bgtu akan bangun trasa ada yang menempel, aq lihat rudal pak ujang masih dalam vaginaku, aq coba lepas tapi malah membuat pak ujang terbangun, pak please nanti suamiku tau, rupanya grakannku yang menarik vaginaku untuk melepas rudalnya membuat rudalnya bangun, dengan cepat rudalnya mengeras, aq terpekik saat aq ditarik dan dipeluknya dengan kuat aq dikawini sampe aq terkencing kencing (krn aq menahan pipis), pak ujang menyuruhku brjalan dengan pelan ke kamarku sambil mengawini diriku, pelan² jalanku satu² langkah ke kamar tidurku, terlihat suamiku tertidur pulas, aq disuruh mengangkat kakiku sebelah dan menaruhnya di atas meja rias sehingga aq berdiri dalam posisi kaki mengangkang sebelah, aq melihat suamiku tertidur pulas di depanku….kira² 10 menit kemudian rahimku kembali dibuahi pak ujang, aq mengerang nikmat menikmati klimaksku…dan tertidu rdi ranjangku. sedangkan pak ujang kembali ke kamarnya. Itulah cerita seks ku dengan tukang kebunku
aq segera menuju ruang tamu menonton televisi sementara pak ujang membersihkan dirinya, hari mulai malam sekitar jam 19.00 wib, aq mulai menyiapkan makanan. Aq tersenyum melihat pak ujang telah rapi dan bersih, janggutnya telah tidak ada lagi, tapi kok kumisnya masih ada sih pak ? tanyaku? bapak ga percaya diri kalau ga ada kumis ini nak “jawab pak ujang, aq mempersilahkan dia makan, ayo pak, makan dulu ya, yang kenyang ya” senyumku. pak ujang mulai menyendok nasi dan gulai kemudian duduk dilantai, aq agak risih melihatnya duduk dilantai sementara aq duduk di meja, karena pak ujang tidak mau duduk dimeja sama sepertiku.
Kebiasaanku memakai rok mini atau celana pendek dirumah membuatku tidak sadar kalau sekarang ada laki² lain dalam rumah ini yang memperhatikanku, sambil makan kami asik bercerita mengenai riwayat hidup pak ujang, aq baru tersadar dan malu saat melihat sorot matanya ke bawah meja, saat itu aq memakai rok jeans mini, aq merapatkan kakiku, pak ujang terlihat malu karena aq tau arah matanya yang menatap paha dalamku, suasana terasa mencair dan akrab karena pak ujang pandai membuatku tertawa dan tersenyum saat kami saling bicara di meja makan walaupun makan telah usai, pak ujang tetap duduk dilantai.
jam menunjukkan pukul 10 malam, ga terasa ya pak ujang sekarang dah malam, aq mau tdur, kamar bapak dibelakang ya pak…kami pun bergerak ke kamar kami masing², jam 02 dini hari suamiku pulang dan lgsung tertidur, besoknya saat makan pagi aq perkenalkan suamiku dengan pak ujang. tapi seperti yang aq duga ditanggapi dengan hambar dan suamiku langsung pergi keluar rumah, aq menghela nafas.
aq memutuskan seminggu ini aq ingin istirahat dan santai, aq menelpon ibu² bahwa seminggu ke depan tidak ada latihan memasak. aq ingin membersihkan isi rumah agar rapi dan indah, sementara pak ujang tanpa perlu aq suruh² lagi pagi² jam 7 sudah mulai membersihkan dan merapikan tanaman, memberikan pupuk dan menebang dahan yang lapuk sementara aq membersihkan rumah. aq merasa sangat senang karena ada yang menemani pekerjaanku di saat² penat aq duduk di teras rumah memperhatikan pak ujang yang sedang bekerja, aq mulai suka dengan pribadi pak ujang yang pandai mencari cerita dan bahan tertawaan, banyak dari pengalaman hidupnya yang cukup mengerikan dan menakutkan seperti dikejar preman, pamong praja, dll,aq jadi larut dalam ceritanya, kadang hampir keluar air mata ini karena sedih, tapi juga kadang karena tertawa terpingkal pingkal.
tapi seperti malam tadi aq perhatikan pak ujang selalu melirik tubuhku , aq memakai celana sangat pendek sepangkal paha dan tanktop yang apabila menunduk akan terlihat payudaraku, tentu aq harus menjaga sikap yang sopan. Capek aq segera mandi dan masuk ke kamar mandi dan tidur, dikamar mandi aq membuka seluruh bajuku dan meletakkannya di ember pakaian bekas selesai mandi aq masuk kekamar tidur, aq bisa melihat pak ujang masih sibuk bekerja, aq tertidur akhirnya….
Aq terbangun jam 4 sore, tidak terasa aq telah tertidur +/- 1 jam, aq lihat pak ujang masih membersihkan rumput dari daun² kering dan ranting² bekas potongan tadi, pak ujang berjalan menuju pohon mangga, ohhh tidak aq tidak sengaja melihat dia membuka resleting celananya dan ia mengeluarkan kejantanannya untuk buang air kecil, awalnya aq malu, tapi aq penasaran, karena selama ini belum pernah melihat kejantanan laki² lain selain milik suamiku, aq betul² kaget, milik pak ujang cukup besar pdahal itu pada saat dia buang air kecil, bagaimana kalau lagi ereksi ya “batinku…aq melihat sampai dia selesai buang air kecil dan menyimpan kembali kjantanannya dalam celananya.
Penglihatan tadi cukup membuat ku terganggu, selama ini aq belum pernah melihat yang gagah seperti tadi, belum lagi udah setahun ini aq tidak pernah melakukan hubungan intim dengan suamiku. Ntah kenapa aq mulai masuk ke kamar mandi aq ingin membersihkan kewanitaanku yang mulai basah. dikamar mandi aq ambil tissue dan membersihkan kewanitaanku,tapi kemudian mataku menangkap yang lain, aq melihat ada noda putih di celana dalam dalam ember cucian ku, aq ambil dan aq lihat lebih dekat, aq atu apa ini pikirku….ini sperma…tapi kan suamiku ga ada, siapa ya yang buang spermanya di celana dalamku, pikiranku segera tertuju dengan pak ujang, aq mulai gelisah dan takut.
hari mulai malam, sekitar jam 6 sore mati lampu, aq paling tidak nyaman kalau lampu mati. Pakk ujanngg panggilku, pak tolong idupin lampu emergency ya, iya nak “jawab pak ujang, aq menunggu tapi lampu emergency ga juga menyala, napa sih pak, kok belum idup”tanyaku???ga tau juga ya nak..jawab pak ujang. Aq baru teringat kalau lampu itu belum pernah dicas karena memang tidak pernah mati lampu. Akhirnya aq mmutuskan penerangan menggunakan lilin. pak ujang duduk di lantai, sementara aq duduk di sofa, aq berbicara ttg apa aja dg pak ujang ttg apa aja, dan jjur sangat menyenangkan, aq lupa kalau tertawa pahaku kadang terangkat dan terbuka, lama² aq suka melihatnya penasaran mengintip kewanitaanku, aq melihat duduknya mulai gelisah.
Cerita Panas – nama ku vivi (nama samaran), aq 23 tahun, chinese, 165 cm, 52 kg, perawakkanku langsing dengan kulit putih rambut pirang sebahu, aq terbilang cantik, dan aq bangga akan keindahan tubuhku yang selalu dengan telaten aq rawat dan akan aq persembahkan kepada suamiku, keluargaku biasa memanggilku dengan nama cinta, aq ibu rumah tangga, baru menikah +/- 1 tahun. Ko Andi (nama samaran) Suamiku pekerja keras dan termasuk workakholic, sehari harinya habis waktunya di depan komputer asik mengutak atik desain bangunan. aq sangat mengenal dan mencintai suamiku, seperti pasangan muda pada umumnya kegiatan kami pada awal2 pernikahan selalu disibukan dengan kegiatan bercinta, tiada hari tanpa bercinta dan aq selalu dibuatnya puas, kadang kami bercinta di dapur, kamar mandi dan di setiap tempat sudut rumah, sehingga aq selalu teringat apabila keruangan tersebut kami pernah bercinta di sana.
sampai suatu hari suami ku memanggil aq dan dengan sabar dan penuh cinta membelaiku, aq masih ingat itu hari ulang tahunku di bulan september 2023, aq terharu dia begitu mengingat hari2 istimewa kami, seperti hari pernikahan,hari ultahku, dll. Kembali ke acara perayaan ultah ku yang hanya ada kami berdua, “Cin…kamu jangan kaget ya, kakak pikir kamu harus mulai mengetahuinya sekarang,”ada apa sih kak?? emang ada apa? tanyaku. Kakak tadi tes ke dokter spesialis androlog untuk mengetahui kesuburan benih kakak, kamu tau kan kalau selama ini sudah 1 tahun kita menikah tapi kamu belum hamil, (suamiku terlihat lesu dan tertunduk) dari hasil tes ternyata kakak mandul,sperma kakak tidak mengandung zigot untuk membuat mu hamil.” Jujur pada saat itu aq sangat langsung memeluk suamiku karena dia menangis, aq membelai rambutnya dan sangat menyayanginya, aq sangat mencintainya, aq memberikan harapan² dan pikiran positif untuk membesarkan hatinya, kami mulai mencari cari majalah dan situs di internet mengenai cara dan metode yang dapat meningkatkan kesuburan laki². Sebulan..dua bulan berlalu…., satu tahun pun telah lewat, ko andi tambah terlihat putus asa, dia menenggelamkan diri dalam pekerjaannya.
Semakin lama dia semakin cuek pada diriku, aq mengerti perasaan dan kekecewaan pada dirinya sendiri, aq terus mencoba memberikan dukungan moral, tapi justru dari hari kehari ko andi semakin mengucilkan dirinya dan menjauhi diriku.
Lama kelamaan aq menjadi ga tau harus berbuat apa, aq hanya terdiam dan menyibukkan diri dengan kegiatan sebagai ibu rumah tangga, masak memasak menjadi pilihanku. Pagi dan siang hari rumahku selalu ramai dikunjungi ibu²yang mau belajar masak lauk pauk dan kue, selain menambah pendapatan aq, juga menghibur diriku yang merasa sepi dikucilkan suamiku, aq selalu tertawa terpingkal pingkal melihat ulah anak² nakal yg ikut serta diajak mamanya, aq pngn memiliki anak yang lincah seperti mereka, aq selalu berkata seperti itu dalam hatiku.
aq perhatikan semakin lama ibu² yang datang belajar semakin banyak, suamiku sendiri setiap hari tingkahnya menjadi jadi, sering pulang tengah malam, aq sering takut ditinggal sendiri dirumah apabila telah malam, rumah telah sepi, hanya ada aq sendiri dan televisi yang menemaniku, sering juga tertidur di kursi sofa ruang tamu, aq sering menangis sendiri mengingat ko andi yang tega membuatku merasa sendiri dan sepi, kalaupun dia pulang tengah malam pun aq sapa dan aq sediakan makan malam walaupun ia diam seribu bahasa. aq menghibur hatiku dengan gelak tawa ibu² dan anak² mereka keesokkan harinya, tapi aq selalu takut apabila sore dan malam menjelang karena aq akan sepi sendiri lagi.
Suatu pagi aq terbangun menyusuri pekarangan rumah dan sekitar rumah kami, aq mulai melihat dan menyadari suasana rumahku semrawut, banyak tanaman dan rumput liar tumbuh di pekarangan rumahku, tanaman dan bunga² kesayanganku mulai banyak yang ayu dan mati, padahal aq sangat suka bunga². aq memutuskan harus mencari seorang tukang kebun, malam hari suamiku pulang aq segera mengutarakan isi hatiku kepada suamiku, tapi seperti biasanya ditanggapi dengan dingin.
Besoknya pagi² aq memutuskan pergi ke surat kabar harian setempat memasang iklan “mencari tukang kebun yang berpengalaman”aq mulai gelisah saat sudah memasuki hari ketiga belum juga ada yang datang melamar menjadi tukang kebun. Esoknya dihari keempat sore sekitar jam 5 datang seorang bapak yang aq pikir umurnya sekitar 55 tahunan, orangnya lusuh dan dekil dengan wajah memelas, aq pikir dia adalah pengemis dan segera aq kasih uang 10 ribu, tapi dia tersenyum, bapak itu malah bertanya, apa ini rumah bapak andi? iya jawab saya, ada apa pak? tanyaku berbalik. Bapak ingin bekerja jadi tukang kebun disini seperti yang terpasang di iklan koran ini nak…Awalnya aq menolak karena penampilannya yang udah dekil dan bau, tapi ntah kenapa aq kasihan melihat bapak itu, aq bertanya” emang bapak sanggup bekerja? nama bapak siapa?, jawab bapak itu, nama saya ujang, iya bapak masih kuat kerja kok nak…hanya saja bapak sekarang belum makan, bapak boleh minta makan?
Setelah berpikir sejenak aq mempersilahkan bapak ujang masuk, aq mempersilahkannya untuk duduk”tapi bapak punya rumah dimana?tanyaku, Rumah Bapak di Sulawesi, Bapak kesini mencari kerja, tapi yang ada malah ga bisa pulang lagi ke Sulawesi, bapak ga pnya istri dan anak, karena semasa muda bapak dihabiskan dengan merantau ke mana mana, bapak suka berjalan sesuka hati kemana aja, tapi ya beginilah nak, ternyata bapak tua dijalan, umur makin hari makin bertambah, fisik bapak semakin berkurang. Bapak merasa sudah saat nya bapak mencari pekerjaan yang menetap, maaf kalau oleh berarti bapak harus menginap di rumah ini kalau anak mengijinkan (kepala pak ujang tertunduk). Aq tidak berani ambil keputusan pak, ntar aq harus tanya suamiku dulu ya jawabku, sementara bapak malam ini tinggal aja disini, ntar aq ambilkan handuk, dan peralatan mandi untuk bapak.
aq segera kembali membawa peralatan mandi pak ujang dan pak ujang segera membersihkan tubuhnya, aq mencari cari baju bekas yang sudah lama tidak dipakai suamiku karena aq melihat baju pak ujang udah kumal dan tidak membawa baju yang layak dipakai lagi, bila ia kerja ditempatku tentu ia harus bersih kan pikirku. Pak ujang, ini bajunya ya diganti, kalau mau dicukur jangut ma kumis pak ujang ini pisau cukurnya ya(aq mngambil pisau cukur suamiku yang tidak terpakai lagi tapi aq tau masih cukup baru), pak ujang tersenyum melihatku dan mengambilnya dengan segan, aq bertanya, kenapa pak? kok tersenyum? ada yg lucu yaaq sambut juga dengan tersenyum”. Ga kok, bapak udah lama ga menerima kebaikan seperti ini…ohhhh jangan begitu pak, aq sudah biasa sebagai rutinitas melayani suami seperti ini, jadi aq tau keperluan laki² seperti apa jawabku singkat.
Akhirnya kubilang putri rambutmu tipis sekali pasti rambut bawahmu enggak ada ?? Ech nich anak lsng marah bilang klo rambut bawahnya lebat. Aku bilang enggak percaya, gimana klo kita taruhan enggak disangka si putri menyambut taruhanku dia bilang boleh abang tunjukin bulu abang baru buluku..Oke..tapi jgn disini yack banyak orang.
Aq dibawa ke suatu tempat dibelakang rumah orang ( yg jaraknya sekitar 100 mtr) trus disini ia bilang skrng tunjukin bulu abang. Dengan semangat 45 kubuka celanaku trus kuperlihatkan buluku ( walaupun aq masih pakai sempak ) cuman penisku sudah tegang menantang..
ech si putri cuman ketawa-ketiwi kubawa tanggannya megang nich bulu.. dia mau aja.
Stelah megang nich bulu kuletakkan tangannya di penis sambil kuajarin mengocok penisku yg tegang dia nurut sambil senyum-senyum. Setelah 5 menit mengocok penisku kubilang sekarang giliran putri lihatin bulu bawahnya. Ech dia bilang malu, sambil trus kugoda akhirnya ia mengangkat kain bawah kebaya merahnya dan membuka sedikit celdam nya dan memamerkan bulu mekinya yg lumayan lebat. Aq bilang putri aq enggak kelihatan ketutup ama kainmu jd langsung ku masukkan tangganku kedalam celdamnya.
Wach terasa hanggat sekali sambil terus ku mencari klitorisnya setelah dapat ku colek-colek nich itil. Baru beberapa detik aja putri napasnya sudah ngos-ngosan langsung ditariknya kepalaku diciumnya bibirku..sehingga terjadilah deep kissing.
Bang geli sekali bang itilku bang.. ehm… erangannya. kutuntun tangan putri untuk megang penisku…..ach lembutnya nich tangan di penisku..
Ech… putri… nich anak langsung jongkok trus dihisapnya penisku………”
Ahhh……Aggh…” desahku saat penisku di oral olehnya…
kutarik putri kembali berdiri sambil ku turunin cdnya sampai dibawah dengku….”;..
lansung kumasukkan jari tenggahku ke mekinya ….
Aahh….. Aghmmm….,,mm……..” desahnya.
kucoba buka kancing bajunya lalu tersembullah dada yg toge dibalik bra yg menyangga penuh.
trus bang……ach…..mmh……” desahnya…
sambil nenen & tangan dibawah mainin itilnya serta guannya….
bang putri enggak tahan bang ……….?..ach……mmhll….
Masukin bang…….punya abang……ach……mh……”
lansung putri menumbungku dibelakangku tanpa pengaman kumasukan penisku kedalam mekinya yg sudah berlendir…….
Ach…………bang………sshh…..” desahnya..
Aq bergoyang perlahan karena nich meki sempit banget ditambah kakinya yg rapat……….
uh….uh…..ach….Mmh……” cuman itu kata yg keluar dr kami.
putri mulai mengimbangi goyanganku dengan memutar pantatnya yg putih itu…
bang…….. putri……udah mau keluar…………”rintihnya…
Akupun menaikan rpm goyanggaku……/Ach… putri…. enak sekali……
Ach……….bang putri keluar……………..aahh…..agh……..” rintih putri saat orgasme…
terus ………aja bang…….ach…….ohm………masih enak kok……..”desahnya….
Suara erangan berserta rintihan melupakan keadaan sekitar krn kami dibelakang rumah orng yang ada cuman kenikmantan yg ada………..aq ingin berganti gaya cuman keadaan tdk memungkinkan…..”
aggh……..Aggh…….ooh……” desah kami berdua…..
beberapa menit kemudian kurasakan sesuatu ingin keluar dari penisku…..
putri aq mau keluar………….ach…. keluarin dimana ?”tanyaku.
dimulut aja bang,…………”jawabnya….
Segera kugenjot tubuh putri….saat mau muncrat nich putri bilang……
bang putri yampek lagi………..ach……..ach………..” ktnya….
segera kucabut penisku langsung di oral penisku…….ach……ach….” desahku….
Tak lama kemudian keluarlah lahar panasku………….aah……..ahh………..
Ini kisah nyataku sebagai cerita dewasa yg terjadi belum lama ini, perkenalkan aq Nova.. tinggiku 175 cm & beratku 72kg, dari dahulu sampai sekarang aku rajin olahraga, jauh dari merokok & narkoba. Dengan begitu tubuhku ideal & sedikit berotot ( hasil olah raga dari kecil ) & aq sdh menikah dgn 1 orang anak.
Pada akhir thn 2010 di daerahku lg musim orang kawinan, terkadang dlm 1 minggu Aq dpt undangan sampai 3 tempat.
Pada minggu ketiga bulan desember Aq mendapat undangan dari sepupuku yg menikah. Aq berjanji akan dtng ke pesta nikahnya walaupun tempat tinggal bib iku sekitar 3 jam perjalanan dari rumahku skrng.
Perlu diketahui tempat bibiku di daerah pedesaan krn dari kota yg terdekat sekitar 1 jam perjalanan dgn jalan aspal yg sudah hancur.
Hari sabtu tsb aq beserta istri & anakku harus menghadiri 1 pesta perkawinan baru ke tempat bibiku yg jauh disana dgn motor. Sampai di pesta bibiku sudah pukul 15.00 wib perlu diketahui di sana pamanku adlh kepala lurah jadi relasinya banyak ( yack orang kampung juga ). Dan disana Aq banyak bertemu teman kecilku & teman sepermainan dulu. hingga aq lupa waktu. sekitar jam 19.00wib terjadi hujan.
Aq bingung mau pulang hujannya lebat trus mana Aq tdk bawa jas hujan & perjalanan plng yg jauh bisa smpi di rumah kami pada sakit. Akhirnya ada saudaraku yg mau plng ke arah rumahku dia menawarkan aq ikut mereka, setelah berembuk mk anak & istriku yg ikut mereka. Dan aq berjanji klo hujan sdh reda segera plng.
Setelah kepulangan anak & istriku krn aq sdh makan 2 kali akhirnya kucoba membantu di pesta itu. Kubuka baju batikku tinggal kaos oblong ku disanan aq membantu menjadi AKTOR ( angkat piring kotor ). Pamanku marah ama aq trus akhirnya aq membantu mensuplay makanan di meja apabila ada yg kurang.
Disinilah Aq berkenalan dgn putri, ABG yg menjaga stand makanan, nich anak kecil tapi badannya montok bangget di dlm kebaya merah yg ia pakai. Aq tdk berani berpikir mesum krn ini di desa bisa dipukuli orang sekampung klo ada apa-apa. Teman kecilku pada berpulangan kerumah masing-masing krn rumah mereka dekat ama pesta tinggallah aq sendiri. Dan paman berpesan untuk tidur disini aja biar besok pulangnya krn sdh pukul 22.00 wib. Dgn berat hati aq telp istriku bahwa Aq tidur dirumah paman krn masih hujan ( walaupun masih gerimis ) kt istriku yack enggak apa-apa trus hati-hati disana.
Karena di desa jarang ada hiburan jd para anak muda pd ngumpul melihat organ tunggal (klo didesa ini disebut nonton keyboard ). Aq benggong sendirian karena tdk ada kawanku lg akhirnya aq datangi si putri yg duduk sendirian di meja menjaga makanan yg sudah tutup krn sdh malam. Disini kuperhatikan putri selain kulitnya putih dia punya mata yg indah & senyuman yg mengundang birahi. Barulah keluar ssi aq gimana dapati si putri mulanya aq coba meramal dia dgn pura-pura memegang tangannya ech dia percaya.
Musik semakin memanas & minuman beralkohol byk beredar trus si putri nanya bang enggak minum-minum bang? Aq bilang jgnkan minuman begitu merokok aja aq tidak, ech dia semakin sering senyum ke aq dan kucoba trus duduk merapat hingga tdk ada jarak diantara kami. sambil sesekali pegang tangan ama pahanya dari luar. Lagi hot-hotnya bibiku mintol ke putri dibelikan kopi di warung trus kubilang biar cepat naik motor aq aja.
Mulanya dia bingung mau naik nich motor sport krn nich motor tinggi & tempat duduknya nungging ke depan ( ciri khas motor sport) krn dia masih pakai kebaya merah jd ia duduk miring diatas motorku, kubilang pegang aja pinggangku klo takut jatuh langsung di peganggnya pinggangku, sampai ke perut otomatis nenen sebelah kanannya langsung menganjal di punggung aq. wach besar juga terasa dan empuk membuat penisku berdiri.
Diperjalanan sengaja aq perlambat dan masuk ke lubang agar lebih lama ngerasai nich toge di punggung, walaupun akhirnya selesai juga membeli kopi untuk orang yg jaga malam. Dibelakang rumah bibiku ada pondok aq lgsung kesana mau rehat sejenak ( setelah aktifitas dari pagi hingga malam ini) Ech tdk kusanggka si putri datangi ke tempat aq duduk.
Mulailah nich otak kotor akhirnya keluarlah ssi ku yg diterima dgn baik oleh putri & ia bercerita ttng mantan pacarnya klo pacarnya mau ditempat gelap & pernah ML. Wach lampu hijau nich cuman bagaimana memulainya.