KONGJONES CERITA DEWASA LENGKAP

CERITA SEX BERSAMBUNG

Tag: cerita ngentot

  • Mamaku Idamanku dan Tetangga : Part 6

    Mamaku Idamanku dan Tetangga : Part 6

    Cerita Ngentot Bersambung – Sore harinya saat papa belum pulang. Mamapun benar-benar bertanya pada Andra dan Bobi. Aku hanya memperhatikan dan mendengar dari jauh saja.

    “Kamu beneran liat kakak dan mama waktu itu sayang?” tanya mama.

    “I..iya ma” jawab mereka berdua tergagap.

    “Maaf yah sayang… tapi kalian gak kasih tahu papa kan?”

    “Ng..nggak kok ma, tapi kok mama sampai emutin punya kakak sih?” tanya Andra.

    “Hmm? Kenapa? Kalian pengen juga yah?” goda mama.

    “Eh, i..itu, mau ma, aku mau”

    “Bobi juga mau ma”

    “ Hihihi, duh kalian ini. Sama aja dengan kakak kalian. Tapi sebelum itu… kalian pengen lihat yang lebih nggak?”

    “M..maksud mama?”

    “Lihat mama gitu-gituan, mau?” ujar mama sambil senyum-senyum.

    “Hah? Sa..sama siapa ma? Sama kak Andi?”

    “Bukaaaan” jawab mama geleng-geleng.

    “Te..terus? sama Papa?” Mama menggeleng lagi sambil tetap tersenyum manis.

    “Terus sama siapa Ma?”

    “Sama Pak Jupri” ujar mama kemudian.

    “Hah??” terang saja mereka berdua terkejut bukan main mendengarnya, sama hal nya dengan pertama kali aku menemukan mama berduaan denganbandot sialan itu.

    “Mau tidak? Kok diam sih? Hihihi”

    “Eh, i..itu… beneran Ma?”

    “Iya… jangan kasih tahu papa yah… jadi kalian pengen lihat nggak nih?”

    “M..mau Ma” jawab mereka hampir serentak. Aku yakin perasaan mereka sama denganku, mereka pasti sakit hati tapi juga penasaran karena horni.

    Kecantikan mama memang membuat siapapun terpikat, termasuk anak-anaknya sendiri.

    “Ya sudah, kalian tunggu dua hari lagi yah… papa kalian bakal keluar kota selama seminggu. Nanti kalian bisa lebih puas deh melihatnya, hihihi” ujar mama kemudian. Aku baru tahu kalau papa tidak akan di rumah selama seminggu, tapi ku rasa selama seminggu itu akan terjadi hal-hal yang luar biasa. Aku sungguh penasaran apa yang akan terjadi besok selama seminggu papa tidak di rumah.

    . . .

    “Oke, papa berangkat dulu yah… ” ucap papa berpamitan pada kami pagi itu.

    Tampak sebuah taksi baru saja berhenti di depan rumah.

    “Iya Pa… hati-hati di jalan” balas mama sambil mencium tangan suaminya.

    “Andi, tolong kamu jaga mama dan adik-adikmu” kata papa kini padaku.

    “I..iya Pa”

    Papapun masuk ke dalam taksi, tidak lama kemudian taksi itu berangkat sambil diiringi lambaian tangan mama, sungguh mama terlihat seperti istri yang setia, seandainya papa tahu bagaimana kelakuan istrinya itu yang sebenarnya saat dia tidak di rumah. Terlebih saat ini papa akan meninggalkan kami selama satu minggu. Dadaku berdebar-debar membayangkan bagaimana kami akan melalui hari dalam satu minggu ini!

    “Eh, kalian nggak sekolah? Buruan siap-siap sana!” suruh mama kemudian pada kami bertiga.

    “Ma, kalau aku nggak sekolah boleh nggak?” tanyaku.

    “Ya ampuuun, kamu ini sayang, kenapa sih? Pengen lihat lagi?” tanya mama senyum-senyum padaku.

    “Iya ma…” Aku lihat Andra dan Bobi seperti ingin mengatakan hal yang sama.

    Tampaknya mereka penasaran dengan janji mama waktu itu. Mereka ingin cepat menonton ibu kandung kami ini bersetubuh.

    “Hihihi, buru-buru amat sih? Papa kalian kan gak di rumah sayang.. Jadi sepulang sekolah nanti juga bisa kok. Gak boleh malas sekolahnya!”

    “Gi..gitu yah ma… ya udah deh” jawabku.

    “Iya… udah sana kalian juga siap-siap juga ke sekolah”

    “I..iya Ma” jawab Andra dan Bobi serentak.

    Setelah bersiap-siap, kamipun pergi ke sekolah. Tapi seperti biasa aku selalu tidak konsen memikirkan apa yang sedang mama lakukan di rumah dan apa yang akan terjadi nanti. Aku ingin cepat-cepat pulang. Aku rasa adik- adikku juga merasakan hal yang sama saat ini.

    . . .

    Mama hanya senyum-senyum saja kepada kami, dia sepertinya tahu bahwa kami

    sudah menunggu-nunggu dari tadi. Benar, sejak kami pulang sekolah tadi aku memang sudah tak sabaran, begitupun dengan kedua adikku. Aku penasaran bagaimana rasanya bersama-sama dengan adik-adikku melihat mama kami disetubuhi orang. Beberapa saat kemudian pak Jupripun muncul. Bukan pak Jupri namanya kalau tidak muncul dengan tawa merendahkan, apalagi kini dia melihat kalau anak-anaknya mama benar-benar berkumpul

    untuk melihat ibu kandung mereka bersetubuh.

    “Gile! Kalian penasaran banget yah liat mama kalian ngentot? Hahahaha” tawanya sambil melihat kami bertiga.

    “Lo lebih jalang karena mau-maunya dientoin di depan anak-anak lo!” ujar pak Jupri kemudian pada mama. Ku lihat mama malah balas tersenyum.

    “Oke sekarang liat ya mama kalian gue entotin. Selama seminggu ini gue bakal jadi papa kalian! hahaha” Pak Jupri langsung menarik tangan mama ke kasur. Dia menciumi mama

    dengan buasnya di atas ranjang. Sambil asik berciuman sesekali dia melirik ke arah kami, begitupun mama. Pak Jupri juga menelanjangi ibu kandung kami ini pelan-pelan seakan sengaja ingin mengaduk-ngaduk perasaan kami.

    Setelah itu dia mulai menyetubuhi mama. Sekarang Mama tidak hanya disetubuhi di depanku saja, tapi di depan semua anak-anaknya. Pak Jupri juga menyuruh kami semua ikut bertelanjang bulat sambil menonton dia menyetubuhi mama. Kamipun menuruti.

    “Heh, ngapain lo pada bengong?” bentak Pak Jupri pada kedua adikku yang terlihat bingung harus apa dalam situasi panas seperti ini.

    “Hihihi, mereka kan belum pada tau harus apa mas… Andra, Bobi, suka yah liat Mama diginiin sama Pak Jupri?”

    “I-iya Ma..” jawab mereka serentak di sebelahku.

    “Andra dan Bobi coba ikutin mas Andi yah..” sambil tengah digenjot dari

    belakang oleh bandot sialan itu, Mamaku dengan tubuh yang terdorong-dorong

    dan mulai berkeringat itu mengajarkan kedua adikku untuk memegang kemaluan mereka sendiri. Mereka lalu mulai mengikuti caraku melakukan onani.

    Inilah pertama kalinya kedua adikku melakukan onani, ironisnya justru ibu mereka sendiri yang mengajarkan mereka.

    Kami terus onani sambil melihat mama disetubuhi oleh bandot yang sepertinya

    tinggal separuh nyawa itu. 

    Di tengah pergumulan mamaku, tiba-tiba adikku Andra bersuara yang sebelumnya hanya terus diam karena terpesona dengan

    adegan di ranjang itu, yang akhirnya juga disusul oleh adikku Bobi.

    “Maaa.. aku kayak mau pipis maaa..”

    “A-aku juga maaa.. eeghh..”

    “Keluarin aja sayang… gak usah takut, ayo pipis aja..”

    “Maaa!”

    Dengan tubuh mengejang tak beraturan akhirnya kami semua memuncratkan

    sperma kami. Tidak hanya aku, tapi adik-adikku juga yang sudah terangsang

    berat menonton mama disetubuhi. Kami menumpahkan sperma kami di tubuh ibu kandung kami ini. Adik bungsuku Bobi yang baru kelas 5 SD dengan penis belum disunat itu bahkan menumpahkannya di wajah mama.

    “Duh, kalian ini nakal banget sih? Mama sendiri dipejuin rame-rame gini, hihihi” respon mama yang malah tertawa melihat kami.

    “Maaf ma…”

    “Hihihi…Gak apa kok”

    Seketika setelah tubuh dan wajah Mama sudah belepotan peju kami, mendadak

    Mama mulai terdiam sambil meremas sprei kasur yang memang sudah acak-acakan. Aku melihat wajah Mama seperti menahan sesuatu sambil menggigit bibir bawahnya di tengah genjotan bandot tua itu, yang selalu membuat tubuh seksi dengan perut buncit itu terpelanting kedepan dan kebelakang dengan sangat kasar!

    Akhirnya tubuh Mama mengejang disertai jeritan mereka berdua bersamaan, dan ambruk di atas kasur yang biasa ditiduri oleh Mama dan Papa, yang kini malah menjadi tempat perzinahan antara Mama dengan lelaki tetangga sebelah. Mengenaskan memang, tapi sensasi ini membuatku ingin terus melihat pergumulan mereka. Tampak kini tubuh putih Mama ditindih pria tua berkulit hitam itu sambil berusaha mengatur nafas.

    “Eh, mereka semua kayaknya nafsu sama lo tuh Lisa, gimana kalau lo bolehin

    mereka ngentotin lo, hehehe” ujar pak Jupri setelah selesai menumpahkan spermanya ke dalam tubuh mama. Tentu saja membuat kami semua ibu dan anak terkejut.

    “Jangan ah mas, masa adek disetubuhi anak-anak sendiri” tolak mama.

    “Mau dong Lis, tuh mereka semua pasti kepengen tuh, iya nggak? Kalian pengen kan ngerasain ngentotin mama kalian ini? 

    Huahahaha” kami hanya diam, mungkin malu mengakui kalau kami memang penasaran ingin merasakan

    tubuh mama.

    “Tapi kan Mas…”

    “Udah… coba lo tanya ke anak-anak lo sana!” suruh pak Jupri terus mendesak

    mama. Mama tampak bingung, meski begitu mama kemudian betul-betul

    menanyakannya pada kami.

    “Emm…Kalian pengen ngentotin mama juga?” tanya mama tetap dengan senyum manisnya pada kami. Dadaku sungguh berdebar dengan kencang

    ditanyai mama seperti itu.

    “E..emang boleh ma?”

    “Gak tahu tuh pak Jupri, penasaran banget tuh kayaknya pengen liat kita ibu

    dan anak-anaknya berzinah, hihihi” ucap mama sambil tersenyum melirik ke

    arah pak Jupri.

    “Hmm….Kalau kalian emang mau mama kasih, tapi cuma sekali aja, agar kalian belajar mengenal seks” ucap mama lagi.

    Aku terkejut. Aku tidak mengira kalau mama akhirnya benar-benar akan

    membolehkannya. Sekarang aku justru berterima kasih pada pak Jupri karena

    omongannya itu aku benar-benar akan bisa menyetubuhi mama.

    “Mau Ma…” jawabku. Andra dan Bobi juga mengiyakan.

    “Hihihi, dasar kalian…”

    “Huahahaha, mantab deh, oke sekarang gue mau istirahat sambil nonton kalian

    aja, hahaha” tawa pak Jupri sambil beranjak dari kasur menuju kursi rias

    mama dengan tetap terus memperhatikan kami berempat.

    “Eemmm.. siapa dulu ya yang mau main sama mama?” tanya mama pada kami

    sambil tersenyum manis walau aku sempat mendengar sedikit keraguan dari

    nada bicara mama.

    “Aku dulu mah”

    “Nggak ma, aku”

    “Aku dulu dong ma” pinta kami berebutan ingin segera merasakan enaknya tidur dalam pelukan mama dalam keadan telanjang. Pak jupri sampai tertawa ngakak melihat kami.

    “Hihihi… kok jadi ngerebutin mama sih? Andi, kamu kan sudah sering sayang,

    kamu ngalah sama adik-adikmu dulu yah” ujar mama mencoba mengatur.

    “Tapi kan aku belum pernah masukin ke itunya mama”

    “Hihihi, iya… tapi nanti kamu pasti dapat juga kok, oke?”

    “….Oke deh Ma” jawabku, ku turuti saja perkataan mama.

    “Berarti aku dulu yah ma?” pinta Andra semangat.

    “Kamu juga ngalah dulu yah… kasih Bobi dulu yah sayang, setelah ini baru giliran kamu, yah sayang… mama gak kemana-mana kok”

    “I-iya ma..” jawab Andra terpaksa, walaupun begitu penisnya yang tadi melemas mulai mengacung lagi melihat Bobi mendekati mama.

    Part Selanjutnya… – Part 7 –

    ***

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 7 [Last]

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 7 [Last]

    Cerita Ngentot Bersambung – “Sakit memekku .. “ ringgis Indriani Hadi dengan mata berarir karena kesakitan batangku menghujam keluar masuk dengan cepat dan kuat itu.

    “Mau ganti gaya ?” tanyaku yang disambut dengan senyum wanita berjilbab ini dengan menggigit bibirnya.

    “Iya deeh .. pengin nggaya yang lain “ sahut Indriani Hadi dengan menggodaku.

    Aku kemudian kembali menarik pantat Indriani Hadi dan kuremas kemudian aku menggeser dan duduk di sofa itu.

    “Sekarang Mbak Indri .. mundur yaa .. tangan Mbak Indri bertelepak di sofa .. “ ajakku dengan memundurkan punggungku sehingga kini jarak tubuhnya jauh dengan dada Indriani Hadi sedang selakangan Indriani Hadi masih mendudukiku, apalagi batangku setia di dalam memek wanita berjilbab ini

    “Uuh Haan .. yaa .. aaaaaah .. kita naik turun yaaa .. ooh Haan .. nikmaaaaat aaaaaah teruuus sayaaaaaaaang .. aaaah nggak tahaaaaan aaakuu “ erang Indriani Hadi yang ikut bergerak seiring batangku keluar masuk vaginanya. Kami berdua mengambang di udara di atas sofa itu, gesekan kedua alat kelamin kami semakin nikmat, Indriani Hadi sampai menggeleng geleng dan tertawa senang melihatku terpejam merasakan tekanan selakangan Indriani Hadi yang ikut bergerak itu.

    “Ayoo sayaaang sudaaah nggak kuaaaaaat aaaaaaah “ sahut Indriani Hadi dengan nafas ngos ngosan itu, genjotan demi genjotan kami semakin cepat

    “aaaaaaaaauh aaaaaaaaah sssssssshhh sssssssssshhh .. “ dengusku tak karuan disambut dengan pejaman dan dengusan Indriani Hadi bak dikejar kejar.

    Dadanya bergemuruh, buah dadanya naik turun, jilbabnya melambai lambai sampai bersentuhan dengan buah dadanya, semakin indah wanita berjilbab ini dikontoli dengan tetap berjilbab. Bibirnya sampai komat kamit entah apa yang diucapkan, kenikmatan yang baru dirasakan oleh Indriani Hadi yang selama ini mengenal seks sebagai seorang istri yang solehah dan taat beribadah, namun kini telah menjadi wanita yang liar, tak tahu etika sebagai seorang istri. Menikmati kenikmatan seks yang belum pernah di dapatkan.

    “Sayaaang aaah .. dikontoli samaa kaaamuu .. aku bebas .. ngomong jorok ..waduuh .. memekku aaaah .. kontolmu .. ayo kontol .. hajar memek Mbak Indri .. aakuu mau keluaaar nih “ sahut Indriani Hadi dengan meringgis sambil mengikuti gerakanku naik turun, kepalanya menggeleng geleng tak karuan, wajahnya penuh dengan keringat membanjir, demikian pula dengan tubuhnya yang polos itu.

    “Iyaaaaaaaaaah “ erangku singkat

    Gerakan demi gerakan kami yang berlawanan itu sampai membuat vagina Indriani Hadi menyempit dengan cepat

    “Sayaaaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaaah ……….aaaaaaaaaaaaaaauuh “ erang Indriani Hadi dengan suara parau dan berat, vaginanya menyempit dengan cepat dan matanya terpejam mendongak ke atas, kurasakan jepitan itu sampai membuat aku juga tidak tahan lagi. Indriani Hadi menegang dengan kuat seiring sodokanku yang keras itu.

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuh “ erang Indriani Hadi panjang dan berdebam ke belakang, tubuhnya ambruk dengan berkelonjotan tak karuan, aku kemudian memajukan badanku dan menarik kakiku, kupegang kedua kakin Indriani Hadi dan aku menggenjotnya maju mundur menyodokinya, Indriani Hadi sampai ikut tergoncang

    “Haan please ..sudaaaaah aaaaaaah aaaaaaaaauh sakiiiit “ erang Indriani Hadi dengan susah payah menahan genjotan demi genjotanku yang cepat dan keras itu, batangku lancar sekali, Indriani Hadi hanya menikmati orgasmenya sebentar karena aku terus menggenjot dan menghujam

    “Bentaaaaaaaar aaaaaaaaaaah “ erangku dengan menghujamkan batangku dalam dalam, buah dada wanita ini ikut terguncang naik turun. Kuhujamkan batangku ketika aku hendak mencapai orgasme, batangku kutekan kuat dan kusemburkan air maniku di vagina wanita berjilbab ini.

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erangku panjang dengan mendongak

    “Craaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat “

    Aku sampai ambruk ke depan dan menindih Indriani Hadi di sofa itu, nafasku serasa hancur, kutindih dan kupeluk, tulangku serasa lepas dari tubuhku, dadanya turun naik menggesek buah dada segar Indriani Hadi yang terkapar tak berdaya itu. Kurasakan air maniku meleleh keluar dari sela sela vagina Indriani Hadi yang becek itu.

    Kami diam lama sekali setelah beberapa menit, Indriani Hadi memelukku, menarik kepalaku kemudian. Kubuka mataku dan seulas senyum diberikan padaku

    “Kamu tidur di sini aja yaa .. aku pengin dikelonin sama kamu .. tapi jangan tindih aku deeh “ sahut Indriani Hadi dengan mesra, aku kemudian memeluknya dan menggulingkan tubuh Indriani Hadi itu, dan kini Indriani Hadi berada di atasku

    “Terima kasih, sayaaaang .. kontolmu biar di dalam memek Mbak Indri yaaa .. pengin merasakan kehangatan” rajuk Indriani Hadi dengan menyenderkan kepalanya di dadaku itu.

    “Yaa “ jawabku singkat

    “Sayaang .. kurasakan air manimu banyak jugaa .. “ sahut Indriani Hadi dengan menghembuskan nafasnya agar teratur.

    Sementara air maniku menetes-netes dan mengalir banyak meleleh keluar dari lobang kemalian Indriani Hadi.

    Tiba-tina MBak Indri menarik lepas jilbab di kepalanya, kemudian dengan jilbab itu mbak Indriani mengelap sperma yang menetes-menes di kemaluannya. Berulang-ulang dibersihkannya kemaluannya dengan jilbab itu sampai bersih, dan kini jilbab itu basah kuyub oleh cairan spermaku.

    “Kalo hamil gimana ?” tanyaku

    “Aaah .. biarin aja .. abis nikmat sih .. kapan lagi bisa menikmati kontol gedhe “ sahut Indriani Hadi cuek.

    Kami berdua sampai tertawa sambil menggoda itu, kami lelah sekali bercinta itu, Indriani Hadi kembali memejamkan matanya dan kami tidur berpelukan di sofa dengan batangku masih menancap di vagina wanita berjilbab ini. Kupeluk dan kami pun diam ditengah malam yang dingin itu. Pagi pagi aku harus pulang karena Sahrul Gunawan katanya jam 08 mau mampir ke rumah, aku hanya mengatakan sembunyi saja, sehingga seharian nanti aku bisa menggenjot seharian. Indriani Hadi sampai menjawil hidungku. Aku diminta sembunyi saja di mobilku.

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 6

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 6

    Cerita Ngentot Bersambung – “Oke deh .. kamu juga ganteng dan gagah .. mana wanita nggak kepencut sama kamu .. kontol gedhe lagi” goda Indriani Hadi dengan manja sambil mengelus elus pipiku dengan penuh kemesraan. Kemudian wajahnya menunduk, seperti ada rasa sesal harus melakukan hubungan seks gelap ini, kunaikan dagunya itu

    “Kenapa Mbak ?” tanyaku dengan memagutnya sehingga akal sehat dan nuraninya kini kembali menjadi terbuai dengan nafsu birahi, Indriani Hadi menanggapi lumatanku dan kurasakan lidah Indriani Hadi menjulur mengajakku bermain lidah, kami sampai megap megap saling memagut dan menyedot itu

    “Sayaaaaaaang sssssssshhh .. shh hh .. segera kontoli aku lagi yaaaaa .. di mana ? keluarin pejumu di dalam memek Mbak Indri ya” tanya Indriani Hadi dengan membenahi jilbab itu, kuremas dengan lembut buah dadanya itu.
    “Oke deh .. aku pengin ngontoli Mbak Indri di sini aja .. ya … Mbak Indri yang menggenjotku naik turun .. aku pengin lihat susu Mbak Indri naik turun ketika mengenjot “ ajakku dengan menggeser tubuhku dan Indriani Hadi pun ikut menaikan kakinya ke atas sofa itu, aku kemudian rebahan di sofa itu, Indriani Hadi menekan ke dadaku

    “Oke deeh … rasain genjotan Mbak Indri yaa .. rasakan memekku .. aaaaah .. uuuuh .. kontolmu nakal sekali, sayaaang .. nakaaaaaaaaaal “ erang Indriani Hadi kesakitan ketika penisku menekan lebih dalam ke vaginanya yang basah itu.

    “Goyang deh Mbak Indri .. ayoo deh “ ajakku dengan mengelus paha mulus wanita berjilbab ini.

    Pelan pelan Indriani Hadi menaikan badannya kemudian turun dengan pelan

    “Ooh sayaang ..uuh .. kontolmu aaaaaaah .. gesekaaannyaa .. maakiin nikmaaaaaat .. ssssshh aaaaaauuh aaaaaaaauuh sssssssshh .. ayoo sayaaang .. kontolmuuu jangaaaaan diaaaaam ajaaaaaaa “ ajak Indriani Hadi dengan bergerak pelan pelan naik turun.

    “Iyaaa aaaaaaaah aaaaaaaaaauuh enaaaaaak .. aaakuu suka memek Mbak .. enaaaaak aaaaaaah sssssssshh sssssssshh uuuh jepitaaaanmuu aaaaaaaah aaaaaaaauuh sssssshh “ erangku merasakan gesekan yang membuat batangku dikunyah luar biasa dalam memek wanita berjilbab ini, ketika naik turun itu jilbabnya ikut bergerak melambai lambai menyentuh buah dadanya.

    Genjotan demi genjotan naik turun itu sampai membuat Indriani Hadi mendongak, merintih, mengerang serta melenguh dengan sebebas bebasnya. Tubuhnya semakin menggeliat ketika aku ikut meremas pantatnya yang sering kali menekan ke selakanganku itu.

    “Sayaaaang aaaaaaah aaaaaaaaaaauuh sssssssshh aaaaaaaauh .. enaaaak .. teruus Haan ..sayaaaaaaaaaaang …….sssssssssssshh ssssssshh .. gilaaaaa aaaaaaaah enaaaaaaaaknya .. uuuuuuh ssssssssshh aaaaaaaaaaaaaw huuuuuuuuuuh, mmmmmmmmmmmmmmmhh .. aaaaaaauh ssssssshh .. “ erang Indriani Hadi dengan semakin nikmat menggenjotku dengan irama konstan itu.

    Kusaksikan batangku keluar masuk memek wanita berjilbab ini dengan lancar, kusaksikan bagaimana batangku itu ketika masuk diperas luar biasa.

    “Remees susu deeh “ sahut Indriani Hadi dengan menurunkan ekor jilbabnya menutupi buah dadanya

    “Okeee “ sahutku dengan melepas remasan di pantat Indriani Hadi dan kuremas buah dadanya beserta jilbab itu.

    “Sayaaaaaang aaaaaaaaaah .. enaaak .. ssssshh ayoo sayaang .. kontolmu benaar benaaaar enaak .. besaaar .. aku suka kontolmu sayaaang .. pleasee .. kamu diam dulu yaa.. rasakan sodokan Mbak Indri .. “ kata Indriani Hadi menekan ke dadaku.

    Indriani Hadi mengatur sedikit mundur, kemudian maju mundurkan pantatnya menggesekan batangku

    “Aaaaaaaauh aaaaaaaaaaaaaaaaaaah Mbaaaaaaak …. Mbaaaaak Indriiiii nakaaaaaaal .. nakaaaaaal ……aaaaaaaaaah enaaaak teruus Mbaaaak .. enaak .. “ erangku merasakan gerakan Indriani Hadi yang maju mundur menghajar kontolku keluar masuk, batangku sampai berbunyi menggesek, makin nikmat dan kami semakin basah oleh keringat birahi itu.

    “Iyaaa aaaaaah aaaaaauuh sssssshhh .. eeeeeeh .. teruus yaaa “ ajak Indriani Hadi dengan maju mundur sehingga batangku semakin lama semakin lancar keluar masuk, gesekan demi gesekan itu sampai membuat Indriani Hadi menggeleng geleng tanda nikmat merasakan batangku keluar masuk vaginanya.

    “Uuuuuuh saaaaaaaayaaaaang capeeeeeeek aaaaaaaaah “ sahut Indriani Hadi dengan memelankan genjotannya kemudian diam.

    “Gantian aku deeh .. Mbak Indri diam yaa .. tapi naik dikit pantat Mbak Indri .. sisakan batangku separo aja .. rasakan sodokan ke atas dari kontolku yaa “ ajakku dengan meremas lembut buah dadanya

    “Oke .. “ jawab singkat wanita berjilbab ini dan menyampirkan ekor jilbabnya di pundaknya. Indriani Hadi kemudian menaikan pantatnya, kedua tangannya menekan ke dadaku, aku kemudian menyodok nyodok ke atas

    “Aaaaaaaaaauh aaaaauuh ooh Haan .. sayaang enaak Haan .. enaaaaak .. teruus sayaaaang .. aakuu aaaaah .. suka kamuu .. aaaku ketagihan sama kontolmuu “ teriak Indriani Hadi dengan memandangku senang dan menekan kuat ke dadaku

    “Memekmu enaaak aaaaaah aaaaaauh uuh ..ssshhh “ erangku dengan tetap menaikan dan menurunkan selakanganku menyodok nyodok vagina wanita berjilbab ini yang sudah terbuai nafsu, Indriani Hadi tersenyum senang sambil memandangku.

    “Uuuh .. sudaah Haan .. sudah sayaaaang .. “ sahut Indriani Hadi tak tahan akan sodokanku yang cepat sampai membuat vaginanya kesakitan.

    “Okee aaaaah .. capek juga genjot memek Mbak Indri .. sempit lagi “ sahutku yang disambut dengan gerakan naik turun Indriani Hadi itu dengan pelan pelan

    “Aayoo sayaaaang aaaaaaaaah aaaaaaaauuh enaaaak … ganti gayaa yaaa “ sahut Indriani Hadi dengan masih turun naik di selakanganku. Indriani Hadi kemudian berhenti, aku bangun dan menahan pantat Indriani Hadi agar tidak bergerak meremas batangku lebih parah.

    Aku kemudian menaikan selakanganku dan kupegang kedua pantat Indriani Hadi kemudian menggulingkan ke samping sehingga Indriani Hadi ini bersandar pada sandaran punggung sofa

    “Mbak Indri rebahan nyamping yaa “ sahutku dengan memberikan pagutan pelan ke bibir wanita berjilbab ini, ekor jilbabnya sampai menutupi buah dada sebelah kirinya

    “Genjot deeh .. akuu dah nggak tahaaaan .. semprotin memek Mbak Indri yaaa .. ayoo sayaang “ ajak Indriani Hadi dengan memejamkan matanya. Kuangkat kaki kanan Indriani Hadi ke atas, kemudian aku menyodokan batangku keluar masuk vagina Indriani Hadi

    “Aaaaaaaaaaauh saaaayaaaang saaakit aaaaaaah ..aaaaaauh teruus Haan .. teruus sayaang jadi eeenaak nih .. uuuh .. kontolmuu benar benar mantaaaaap .. ayoo aaaaaaaaaah ssssssssssh sssssssshh aaaaaaauuh teruuuuuuuuus aaaaaahh “ erang Indriani Hadi tak karuan dengan mata terlihat bola matanya memutih, tangan kirinya ditekuk menahan bobot tubuhnya

    “Iyaaaaaa aaaaaaah samaaaaaaaaaaaa.. aaakuu aaaaah “ erangku

    “Yaa .. sayaaang ada apaaa ?” tanya Indriani Hadi dengan membuka matanya, tangan kanannya mengatur kembali jilbabnya yang miring hampir menutupi matanya

    “Uuh .. memekmu makin sayaang “ sahutku.

    Bunyi keciplak alat kelamin kami semakin santer

    “Srep .. srep ..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep “

    Kami semakin cepat bergerak seiring dengan nikmatnya bersetubuh itu, genjotan demi genjotan itu sampai membuat wanita berjilbab ini merem terpejam sangat erat.

    “Ng nngg ngg ngg aaaaaaah ..nnggak taaa tahaaaan .. aaaaaaaaaaauh sayaaaaaang .. teruus “ erang Indriani Hadi dengan terbata bata, bunyi gesekan itu semakin lama semakin santer akibat aku menggenjot lebih cepat

    “Sayaaaaang aaaaaaah .. berhenti ..stop .. pleasee aaaaaaah “ tahan Indriani Hadi dengan membuka matanya dan menahan ke selakanganku.

    “Kenapa, sayaaaaaaaaang “ tanyaku

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 5

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 5

    Cerita Ngentot Bersambung – “Ok deh Han .. posisi yang mantap deh .. segera masukin kontol besarmuu .. gelaaap aaaah “ sahut Indriani Hadi dengan menggelinjang karena aku meremas buah dadanya

    “Masukin aaaaaah .. jangan ngeremes susuku teruus pleasee “ rajuk Indriani Hadi tidak tahan lagi, kupegang kontolku dan kuarahkan ke vaginanya dengan pelan pelan, Indriani Hadi sampai menggigit bibirnya merasakan desakan penisku yang hendak masuk ke vaginanya yang membasah merah itu, pelan pelan batangku masuk di kepala penisku membuat Indriani Hadi mendesis

    “Sssssssssssssssh ssssssssssshhh hhhhhhhhhhhhhhhhhh … mmmmmmmmmh .. sssssssshhh “ desis Indriani Hadi dengan suara yang semakin santer, wanita berjilbab ini sudah tidak tahan lagi disodok sodok dari belakang.

    “Pelaan aaaaaaah ..sakit memekku sayaaang .. kontolmu gedhe banget “ sahut Indriani Hadi dengan berpegangan kuat pada pagar tangga itu

    “Yaaa .. tenaang yaa .. jangan menggeliat kayak gitu .. susah masuk kontolku “ kataku dengan memegang kedua pingganya, kutekan batangku agar melesak masuk sampai membuat Indriani Hadi berteriak

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh ..” jerit Indriani Hadi kesakitan ketika batangku kembali melesak masuk

    “Tarik, sayaaang tekan aaaaaaaah uuuuuuuh .. rasanyaa aaaaaaaaaah nikmaaaaat ooh .. nikmatnya ditutup mataku .. hanyaaa aaaaaaaah .. terbayaang kontolmu aja, sayaaaaaaang “ sahut Indriani Hadi dengan menghembuskan nafasnya kuat kuat ke depan, kepalanya yang berjilbab itu menggeleng geleng, kutarik batangku dan kudesakan lagi membuat batangku semakin amblas terjepit kuat dalam vagina becek wanita berjilbab ini.

    Penisku kini sudah mencapai separo, jepitan vagina Indriani Hadi memang sangat ketat sekali, penisku terasa diurut urut dengan gemas, malah disedot dari dalam, Indriani Hadi sampai menopangkan kepalanya di pagar tangga itu

    “Aaaaaaaaaauh Haaaaaaaan ……. sssssssshhh sssssssshhh .. sssssshh . teruus Haaaan .. teruus sayaaang .. tenggelamkan . segera genjot Mbak Indri “ sahut Indriani Hadi dengan nafas memburu itu. nafasnya turun naik merasakan penisku sudah menyeruak masuk lebih dalam.

    “Sayaaaaaaang aaaaaaaah … memekku aaaaaah … kontolmuuu aaaaaah .. seseeeeeek …. uuuuuuuh .. Haaaaan ..uuuuuuuh gedhee banget aaah .. otakku aaaaaah .. hanya membayangkan kontolmu muluuu … hihihihihi “ sahut Indriani Hadi dengan tertawa cekikikan

    “Nikmat khan, sayaaang “ kataku dengan menekan lebih dalama berulang ulang sehingga batangku amblas dalam vagina wanita berjilbab ini.

    “Iyaa .. aaah .. otakku hanya membayangkan kontolmu aaajaaaaa .. aaaaaauh Haan .. kurasakan kontolmuu aaaaaah .. “ lenguh Indriani Hadi dengan menggeliat karena aku meremas kedua bukit kembarnya, kupeluk tubuhnya dan aku mendiamkan sebentar

    “Segera genjotin Mbak Indri deh .. nggak tahan kalooo kamu diaam aaaaaaaaajaaaaaa .. pleaseeeeeee “ rengek wanita berjilbab ini.

    Aku kemudian menarik pantatku dan kusodokan membuat Indriani Hadi langsung melenguh tak karuan

    “Aaaaaaaaaauh Haan .. aaaaauuh Haan .. pleasee .. aaah . kontooolmu tergambaaar dalam otakku aaaaaaahuuh uuuuuuuuuh teruuuuuuuus ssssssssssssh sssssssshh hhhh “ lenguh Indriani Hadi dengan nafas memburu, kepalanya mengeleng kesana kemari, apalagi remasanku semakin kuat dan keras membuat Indriani Hadi semakin menggelinjang tak karuan

    “Sayaaang aaaaaah nggak kuaaaaat aaaaaaaaah .. jangan pelaaaan cepeeeeeeeeeet “ sahut Indriani Hadi dengan menahan tanganku yang terus meremas buah dadanya itu, kekenyalannya sangat kurasakan, buah dadanya yang ranum dan sekal itu sangat nikmat kuremas remas.

    “Uuuuuuuuuuuh ..ssssssssssh ssssssshh sayaaang teruuuuuuuuuuus “ sahut Indriani Hadi dengan suara yang mendesah, sedang aku hanya bisa ah uh ah uh terus sambil menyodoki vagina Indriani Hadi dari belakang itu.

    Wanita berjilbab ini semakin tidak tahan akan genjotanku, desahan, rintihan, lenguhan dan erangan bersahutan, tubuhnya ikut tergoncang seiring penisku keluar masuk vagina Indriani Hadi.

    “Yaaaaang aaaaaaaaaaah nngaaaaaaaak ngggg aaaaaaaaah .. nggaaaaaaaak kuaaaaaaaat ayooo aaaaaaah sssssssssshh sssssssshh “ teriak Indriani Hadi yang kurasakan vaginanya menyempit dengan cepat, kuhujamkan kontolku dalam dalam berulang ulang sampai membuat Indriani Hadi menjerit lagi

    “Aaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaaah “ sahut Indriani Hadi dengan nyaring, kurasakan batangku semakin diremas kuat oleh vaginanya itu. Indriani Hadi sudah tidak kuat lagi, tangannya kembali memegang pagar tangga dengan kuat, kepalanya menggeleng geleng, kuremas terus buah dadanya dan penisku keluar masuk vaginanya. Tubuhnya menegang kaku tak lama kemudian mendapatkan orgasmenya

    “Haaaaaaaaaaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang wanita berjilbab ini panjang, vaginanya kusodok dalam dalam dengan penisku dan kuhentikan sodokanku, kurasakan vaginanya memuncratkan cairan panas membasahi batangku, Indriani Hadi sampai berkelonjotan dalam dekapanku, tubuhnya lemas tak berdaya kemudian, kupeluk agar tidak melorot ke bawah. Nafasnya serasa hancur, kubuka ikatan kepala yang menutupi matanya.

    Pelan pelan mata Indriani Hadi membuka namun masih berkunang kunang. Kudiamkan sebentar, namun tak lama kemudian Indriani Hadi memalingkan wajahnya dan langsung memagutku

    “Luar biasa sayaang .. kamu banyak sensasi seks .. apalagi deh untuk memuaskan Mbak Indri ?” tanya Indriani Hadi penasaran

    “Ada deeh .. istirahat yaa .. “ ajakku

    “Oke deeh … tapi kontolmu tetap terbenam dalam memek Mbak Indri ya “ selidik Indriani Hadi dengan tersenyum.

    Kutarik penisku pelan pelan sampai membuat Indriani Hadi meringgis, habis terserabut yang susah itu aku kemudian membopong wanita cantik berjilbab ini ke sofa dan kupangku, Indriani Hadi tak sabaran memegang batangku dan dimasukan lagi dalam vaginanya

    “Sayaang .. aku suka deh sama kamu .. kalo aku minta boleh khan ?” tanya Indriani Hadi dengan mengelus elus pipiku.

    Kupandang wanita berjilbab nan cantik ini yang sudah ketagihan sama kontolku, nafsu seksnya ternyata tinggi juga. Kuberikan senyum mesra dan Indriani Hadi pun langsung memagut bibirku kembali, kupeluk wanita ini untuk membuatnya tentram dan damai, akupun dipeluk erat dan dihujani dengan ciuman di leherku.

    Indriani Hadi memelukku di sofa itu dengan erat, memberikan rasa tenang padaku dengan mengelus elus pada leher belakangku, aku pun juga tak kalah memberikan kemesraan pada istri Sahrul Gunawan yang puas aku kontoli dengan berjilbab, nafasnya diatur agar cepat pulih, demikian pula denganku yang merasakan jepitan kontolku di dalam memek wanita berjilbab ini. Usapan demi usapan itu memberikan rasa tenang padaku, sehingga aku kembali mendapatkan kesegaran untuk menerus hubungan seks terlarang ini bersama Indriani Hadi yang semakin kelihatan cantik dan mengundang birahiku naik berlipat lipat apalagi dengan telanjang bulat dan hanya berjilbab. Kemulusan pahanya itu aku elus elus membuat Indriani Hadi menjadi kegelian.

    “Sayaaang .. pleasee .. geli deeh .. elusan tanganmu nakal sekali “ rajuk Indriani Hadi dengan menarik kepalanya ke belakang sehingga berhadapan muka denganku, bibirnya sangat dekat denganku, memandangku dengan mesra.

    “Habis aku nggak tahan lihat tubuh Mbak Indri .. cantik deh .. apalagi susu Mbak Indri seger banget “ pujiku dengan menaikan tanganku dan meremas buah dada wanita berjilbab ini.

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 4

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 4

    Cerita Ngentot Bersambung – “Aku suka kamu Han, sayaang .. kamu romantis deh “ sahut Indriani Hadi dengan tersenyum

    “Aku sudah tidak sabaran pengin kontoli dan ngentotin Mbak Indri lagi “ sahutku dengan memegang pinggangnya

    “Idih .. kamu kok jorok banget sih .. “ sahut Indriani Hadi dengan mata membelalak.

    “Please .. segera memekin kontolku yaa .. ayo deh .. nggak usah dipikir .. aku pengin Mbak Indri juga jorok, biar makin nikmat malam ini “ ajakku yang disambut dengan gelengan kepala Indriani Hadi namun kemudian tersenyum padaku dan kembali memagutku sebentar

    “Ayo deeh .. kita lanjutin di tangga .. aku pengin diewe dari belakang, pengin merasakan dikontoli lagi sama kamu “ ajak Indriani Hadi dengan berdiri dan keluar dari bathtub dan menarik tanganku, kami berdua keluar dengan bertelanjang setelah mengeringkan tubuh kami dengan handuk, Indriani Hadi menarikku keluar kamar mandi, kemudian kami keluar menuju ke ruang depan ketika lewat ruang tengah, Indriani Hadi menarik jilbab yang masih rapi dibekas strika pakaian itu, dipakainya jilbab itu dengan rapi kemudian tersenyum padaku, kuremas pantatnya yang berisi itu sampai Indriani Hadi tersenyum menggodaku

    “Kamu nakal sekali, sayaaaaaaang “ bisik Indriani Hadi dengan mesra seolah olah pengin menelanku bulat bulat, apalagi tangannya memegang penisku dengan meremas. Aku kemudian menyaut kerudung yang tersampir di kursi setrika itu. Indriani Hadi sampai tidak mengerti.

    “Buat apa itu, sayang ?” tanya Indriani Hadi pengin tahu. Aku tak menjawab hanya merangkul wanita berjilbab bertelanjang ini, buah dadanya benar benar sekal dan ranum, mulus dan puntingnya mencuat tegak, kuremas sebentar dan kutarik ke arah tangga menuju lantai atas itu.

    “Mbak Indri sekarang kangkangkan kaki yaa .. aku pengin oral memek Mbak Indri “ sahutku sambil meletakan kerudung itu di anak tangga

    “Oke deeh .. pelan ya sayaang “ sahut Indriani Hadi dengan menaikan kaki kirinya ke anak tangga yang lebih tinggi, aku kemudian mengarahkan mulutku menuju ke selakangannya, Indriani Hadi sampai meringgis ketika lidahku dengan nakal mengoral tempeknya itu

    “Oh Haaan .. enaaaaaaak .. teruus sayaang .. mainin memekku .. aaaaaaaaah ssssssssh ssssssssssshh hhh .. aaaaaaaaaaauh .. lidaaahmu aaaaah sayaaaaaaang .. nakaaaaal “ erang dan desis Indriani Hadi dengan mata memandang ke bawah di mana aku menjilati memeknya yang dengan cepat membasah itu. Lubang kemaluan yang sempit itu dagingnya aku kuakan, kekiri kanan sampai membuat Indriani Hadi mendengus tak karuan, pegangan tangannya di pagar tangga itu dikuatkan.

    “Haaaaan .. sssssssssshh ssssssssssssssshh hhh .. hhh ssssssshh .. teruuuuuuuus .. enaaaak aaaaaaaah .. waaaaaaaauh waduuuuh .. aaakuu aaaaaaah .. ketagihaaaaaan .. enaaaaaaaak bangeeeet .. teruuus sayaaang ssssssssssh sssssssssshh “ desis dan desah wanita berjilbab ini tak karuan, jilbabnya kembali membasah di dekat pipinya itu. Gelengan kepala itu sampai membuat ekor jilbabnya menutupi buah dadanya.

    “Remes susu Mbak Indri, sayaaang .. pleasee “ ajak Indriani Hadi dengan tak sabaran, kemudian memejamkan matanya merasakan oralku yang semakin menggila, kusedot kuat lubang vaginanya sampai membuat wanita berjilbab ini menjerit tak karuan

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ teriak Indriani Hadi dengan suara nyaring, kuremas buah dadanya dengan menaikan tanganku, kuremas buah dada sebelah kirinya di balik jilbabnya yang menutupi buah dadanya, nikmat sekali, terkadang dengan ekor jilbabnya yang menutupi buah dadanya aku remas, Indriani Hadi sampai membantuku meremas buah dadanya

    “Oooooooh enaaaaaaaaaaknyaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaah ssssssssssshhh ssssssssshh .. “ desis Indriani Hadi dengan menggeliat ke sana kemari dengan tangan kirinya memegang pagar tangga sekuatnya.

    “Sudaah sayaaaaaang .. sudaaah .. jangan bikin Mbak Indri orgasme .. aku pengin dientotin sampai orgasme .. gantian dong aaaaah . aku oral kontolmu “ sahut Indriani Hadi dengan suara yang jorok dan kepingin, bahkan tangannya sampai memegang kepalaku. Kepalaku akhirnya menjauh dari vaginanya yang memerah akibat oralku, bahkan aku sempat menyedot klitorisnya sampai membuat Indriani Hadi meringgis sambil menggigit bibirnya kuat.

    Aku kemudian berdiri, gantian Indriani Hadi yang berjongkok dan memegang batangku serta dikocok.

    “Kontolmu gedhe banget Han .. lebih besar dari punya suamiku “ sahut Indriani Hadi dengan memandangku sambil tersenyum.

    “Iyaa .. nikmati saja Mbak Indri .. aku senang jika Mbak Indri mau rela bercinta denganku “ sahutku mengelus elus kepalanya yang berjilbab itu.

    “Asal kamu mau pegang rahasia deh “ sahut Indriani Hadi dengan menjilati batangku dengan rakus.

    “Terus Mbak Indri .. uuuuuuuh .. lidahmu nakal, sayaaaaaang “ sahutku dengan mengelus elus kepala wanita berjilbab ini.

    Jilatan demi jilatan yang rakus dan cepat itu sampai membuatku menahan nafas, kutahan sensasi seksku yang naik berlipat lipat melihat wanita berjilbab ini, yang sehari hari merupakan wanita yang sangat taat beribadah, taat dalam aturan keluarga, namun kini sudah menjadi penyelingkuh, menyukai petualangan seks bersamaku.

    Jilatan demi jilatan itu sampai membuat batangku membasah, kemudian batangku dimasukan dalam mulutnya namun sangat sesak dalam mulutnya, dikeluarkannya batangku dan dikocok kocok

    “Gedhe aaaaaaaaah .. “ sahut Indriani Hadi dengan tersenyum manja, kemudian kembali menelan batangku dengan paksa, sehingga giginya sampai bersentuhan dengan batangku

    “Aaaaaaaah aaaaaaauh Mbak Indri aaaaaaah .. gigimu aaaaaaaaaah “ sahutku dengan bertahan sekuatku kesakitan dan nikmat dioral itu. waniat berjilbab ini mengeluarmasukan batangku berulang ulang, bahkan air liurnya sampai menetes ke lantai. Sedotan demi sedotan, permainan lidahnya lumayan piawai mempermainkan batangku di dalam mulutnya. Nafasnya semakin memburu, dengan rakus batangku berulang ulang dimainkan dengan lidah dan bibirnya

    “Sudah Mbak Indri .. sudaaaaaah .. trim yaa “ sahutku dengan membungkuk kemudian memegang kedua lengannya dan kuangkat agar berdiri sejajar denganku.

    “Ya Han .. aku suka sama kontol besarmu .. tapi Han .. kalo pengin ngewein aku lagi kabarin yaa .. awas kalo nggak mau “ sahut Indriani Hadi dengan nakal sambil membenahi jilbabnya agar rapi kembali, kupagut bibirnya sebentar.

    “Lha tadi nolak nolak “ debat

    “Ah kamu .. tadi khan belum ngerasain enaknya kontol besarmu “ sahut Indriani Hadi dengan mengerling nakal.

    “Enak ya kontolku ?” tanyaku

    Indriani Hadi tidak menjawab lalu membelakangi aku, kedua tangannya berpegangan pada pagar tangga itu, kuambil kerudung itu dan aku hendak menutup matanya

    “Haan .. jangan deeh . pleasee “ tolak Indriani Hadi

    “Enaaaak kok .. kamu akan merasakan nikmatnya dikontoli dengan tutup mata .. biar pikiranmu ngeres membayangkan kontolku keluar masuk memek Mbak Indri “ sahutku dengan mengikatkan kerundung itu sehingga Indriani Hadi kini tidak bisa melihat

    “Aduuh Han .. kamu nakal sekali .. nanti gantian ya .. kalo di tempat tidur kamu gantian Mbak Indri tutup matamu “ balas Indriani Hadi dengan berpegangan kuat

    “Oke deh Mbak .. tahan ya Mbak .. kontolku mau masuk memek Mbak Indri .. nungging yaaa “ kataku dengan mundru sejengkal, Indriani Hadi kemudian menungging dengan kaki mengangkang itu.

    “Tunggu sebentar yaa .. agar nyaman kakimu kuganjal bantal “ kataku dengan turun cepat mengambil bantal sofa, tak lama kemudian aku meletakan bantal itu di kaki sebelah kiri Indriani Hadi.

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 3

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 3

    Cerita Ngentot Bersambung – “Ayo deh Mbaak .. diperkosa nggak enak .. ayo deh, sayaaang .. “

    “Han .. kenapa kamu nggak minta baik baik .. malah memperdaya aku ?” tanya Indriani Hadi dengan wajah memelas.

    “Aku tidak memperdaya Mbak Indri, birahilah yang memperdaya kita “ kataku dengan akal bulus.

    “Tapi Han .. aku ini muslimah .. ini dosa besar .. aduuh .. Haan .. jangan teruskan … aaaaaaaaaaauh “ teriak Indriani Hadi ketika aku menarik dan menenggelamkan batangku lebih dalam.

    “Enak khan Mbak ? kontolku sesak dalam memek Mbak Indri “ kataku dengan wajah melotot karena kesakitan batangku dijepit dalam vaginanya yang sempit itu.

    “Kusodok sodok ya Mbak .. Mbak Indri nikmati saja .. lagian Mbak Indri makin seksi dengan berjilbab itu” kataku dengan memandang wajahnya itu.

    “Sesaak Haan .. jangan teruskan, ndak muaaat aaaaah “ elak Indriani Hadi dengan memalingkan wajahnya

    “Kalo begini bagaimana ? “ tanyaku dengan menghujamkan batangku membuat Indriani Hadi mendongak kesakitan

    “Aaaaaaaaampuuuuuun aaaaaah aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssshh ssssssssshhh hhhh “ jerit Indriani Hadi dengan nafas ngos ngosan. Jepitan vaginanya semakin rapat seiring batan besarku masuk lebih dalam.

    “Ayo deh Mbak Indri .. goyang deeh .. nih aku genjotin ya “ kataku sambil menggejotnya, ketika aku menggenjot itu Indriani Hadi menahan ke pahaku

    “Sudahlah Han .. tapi .. tapi “ sahut Indriani Hadi dengan wajah kawatir

    “Tapi kenapa Mbak “ kataku menahan sodokanku

    “Aku takut ketahuan .. “ ujar Indriani Hadi dengan lirih

    “Tenang aja Mbak Indri .. yang penting nikmat .. rasakan kontolku ya Mbak .. tanggung sudah masuk ke memek Mbak Indri, jangan menangis donk “ hiburku dengan mengelus elus pipinya selepas tangannya kulepas.

    “Kamu sangat jorok .. “ maki Indriani Hadi dengan memandangku sayu

    Aku kemudian kembali menggejotnya, menindih tubuhnya dan kuremas buah dadanya, Indriani Hadi kemudian menanggapi dengan memegang kepalaku dan mengajak saling berpagutan, kami semakin terbakar birahi.

    “Aaaaaaaaauuh aaaaaaaah .. memekmu enaaaak aaaaaaah .. aaaaaaaayo Mbaaaaak uuuuuuh ..ssssssssshh sssssssssshh hh “ desisku ditengah genjotan naik turun di selakangan wanita berjilbab ini, kami terus saling bergerak

    “Haaaaaan ooh .. enaaaaak aaaaaaaaaaaah .. teruuuuuusin aaaaaaaaah enaaaaaaak .. sssssssssh sssssssssshhh “ erang Indriani Hadi ketika aku melepas pagutan itu, Indriani Hadi ikut menggoyangkan pantatnya mengimbangi aku, aku kemudian tersenyum

    “Jangan lepas jilbabmu Mbak .. aku suka kau berjilbab “

    “Tauk “ jawab wanita berjilbab ini dengan singkat, genjotan demi genjotan kulakukan, Indriani Hadi sampai terpejam merasakan sodokanku yang semakin cepat

    “Haaan aaaaaaah .. nggaaaaak kuaaaaaaaat aaaaaaaaaah “ teriak Indriani Hadi dengan suara keras, jilbabnya sampai menutupi buah dadanya, kuremas buah dada itu di bawah jilbab warna abu abu itu, luar biasa sensasi remasanku di buah dadanya yang terbalut jilbab

    “Haaan .. aaakuu sudaah nggak taaaa taaa haaan “ erang Indriani Hadi dengan memejamkan matanya, dadanya ikut naik turun seiring genjotan itu. Tubuhnya semakin melemah dan vaginanya semakin menyempit dengan cepat, Indriani Hadi sampai tidak tahan lagi, tubuhnya kembali menegang kaku, matanya memutih, suaranya hanya merintih dan mendesah serta melenguh.

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ erang Indriani Hadi panjang dengan wajah penuh keringat, jilbabnya sampai setengah basah. Kuhentikan sodokanku ketika vaginanya kembali memancarkan cairan panas membasahi batangku.

    Lepas itu aku langsung menarik batangku, kemudian mengocok batangku sendiri, aku ingin memuntahkan isi penisku di atas wajahnya.

    “Aaaaaaaaauh aaaaaaaaah ssssssssshhh “ desisku merasakan kocokanku sendiri, aku mengocok cukup lama sehingga aku sampai tidak kuat lagi, kocokan yang lama dan cepat itu semakin lama semakin membuatku ingin muncrat di penisku, ketika hendak mencapai orgasme dengan cara manual itu, aku menghentikan, kulihat Indriani Hadi yang mengelap mukanya dengan ekor jilbabnya, aku langsung berpindah mengangkang, kukocok penisku, pelan pelan penisku mulai memuntahkan spermaku, muncratan pertama langsung mengena hidung Indriani Hadi.

    “Aapaaaaan Haaaaaaaaaaah “ pekik Indriani Hadi kaget merasakan ada lendir menempel di hidung sampai dahinya, Indriani Hadi sampai terperanjat dan membuka matanya, namun aku terus mengocok batangku, spermaku muncrat banyak sekali

    “Haaaaaan pleasee aaaaaah “ tolak Indriani Hadi dengan menutup mukanya, akibatnya tangan lentik Indriani Hadi penuh dengan spermaku.

    “Jangan .. jangaaaaaaaaaan “ tolak Indriani Hadi dengan membuka tangannya, ketika hendak teriak itu, aku langsung menyumpalkan batangku masuk ke mulutnya. Indriani Hadi sampai tergangga namun terlambat, batangku masuk

    “Telaaaaaaaaaaaaaaan, seedooooooooot “ ancamku, Indriani Hadi tak bisa menolak karena ketakutan, disedotnya penisku itu dengan pelan, sisa sisa air maniku disedot dan dengan berat Indriani Hadi sampai masuk kerongkongannya. Kutahan kepalanya, kutarik penisku.

    Kukocok lagi untuk mengeluarkan sisa sisa air maniku, kusemprotkan ke jilbabnya, sehingga kini wanita berjilbab ini penuh dengan sperma lendir kental.

    “Kenapa kau lakukan ini Han ? aku tak suka “ maki Indriani Hadi

    “Karena Mbak Indri nolak nolak “ jawabku singkat

    “Kenapa nggak kau semprotin di dalam .. aku nggak suka di luar .. jijik kalo di mukaku “ debat Indriani Hadi dengan wajah masih kesal.

    “Kalo nggak mau lagi .. sekujur tubuhmu kusemprotin lagi “

    “Jangan Han .. oke deh Han .. aku mau aja .. tapi kau jangan sembarangan nyimpen video aib ini, cukup kita berdua pegang rahasia ini .. “ jawab Indriani Hadi dengan mengelap mukanya yang berlendir itu, tangannya sampai berlepotan spermaku.

    “Kita mandi yuk Mbak .. kumandikan Mbak Indri .. kita terusin di lain tempat “ ajakku yang disambut anggukan kepala wanita berjilbab ini.

    “Janji ya Han .. jangan bocorin ini .. nggak mau aku .. ini sudah doooooos “ jawab Indriani Hadi dengan kubekap mulutnya

    “Sudahlah .. jangan bilang itu .. kita nikmati saja ya “ kulepas bekapanku, tanganku juga berlendir. Kutarik tangannya dan kemudian kupondong wanita berjilbab ini.

    “Aku pengin ngentotin kamu dengan berjilbab lagi “ ajakku yang disambut anggukan Indriani Hadi dengan tersenyum

    “Boleh .. dimana ?” tanya Indriani Hadi dengan tersenyum

    “Aku pengin Mbak Indri ngangkang di tangga itu .. belum pernah khan gaya doggy style ?” tanyaku

    “Boro boro .. tapi Han . penismu gedhe banget ya “ tanya Indriani Hadi dengan bloon, kubawa wnaita ini ke kamar mandi, kuturunkan kemudian kutarik jilbabnya.

    Kumandikan wanita berjilbab ini dengan kusabuni, demikian pula aku pun diguyur dengan semprotan air di tubuhku, rasa dingin menggelayut tubuhku, dengan telaten kami saling menyabuni, Indriani Hadi sering tersenyum ketika mencuci batangku itu yang kembali ngaceng. Tangannya terkadang nakal berlama lama di penisku. Aku juga semakin nakal sering menyabuni pada bagian buah dadanya yang segar dan ranum itu, kurasakan kelembutan buah dadanya walau sudah menyusui anaknya dua kali, namun buah dadanya benar benar kenyal dan segar, kami berdua sambil berdekapan di dalam bathtub itu, sesekali kucium pipinya dan Indriani Hadi tidak menolak. Bahkan Indriani Hadi semakin senang dengan kenakalanku sesekali meraba raba vaginanya dalam air itu.

    “Ih .. kamu kok nakal sekali ya, sayang “ rajuk Indriani Hadi di dalam bathtub itu

    “Habis tubuhmu segar banget, aku sering nggak tahan deh lihat Mbak Indri “ sahutku dengan gemas memalingkan kepalanya dan kupagut, Indriani Hadi pun menanggapi pagutanku, pagutan kami sangat mesra, terbukti Indriani Hadi terus melakukan pagutan ketika aku hendak berhenti. Aku terus melayani pagutan Indriani Hadi yang kemudian langsung berbalik menaikku dan menopangkan tangannya dipundakku dengan tersenyum

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 2

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 2

    Cerita Ngentot Bersambung – “Segera lepas celanaku .. kontolku besar deeh “ rayuku yang disambut dengan gelengan Indriani Hadi, kurangsang kembali dengan meremas buah dadanya membuat Indriani Hadi menjadi terpejam lagi, kudorong tubuhnya dan kutindih di sofa wanita ini, kuremas lagi kuat dadanya sampai membuat Indriani Hadi semakin termakan birahi.

    “Uuuh .. ssssssssshhh .. mmmmmmmhh .. enaaaaak .. sssssssshh jangaaaaaaan .. ssssssssshh .. “ desis Indriani Hadi semakin tenggelam dalam rangsangan itu, kupegang jilbabnya dan kutahan kepalaku, kupagut dengan lembut sampai Indriani Hadi memejamkan matanya menikmati pagutan itu. Kuangkat kepalaku dan kubuka celana panjang, celana dalamnya sekalian aku tarik, mata Indriani Hadi menjadi melotot melihat batangku yang ngaceng besar itu, matanya menggeleng geleng, kemudian mengalihkan pandangan seolah menolak penis besar, kuarahkan kepalanya yang berjilbab itu, matanya kini memandang ke batangku, tanganku turun dan memegang baju warna abu abu itu dan kutarik ke atas, Indriani Hadi menolak namun lama lama menyerah, membiarkan aku membebaskan tubuhnya dari penutup bagian atas. Kubiarkan jilbabnya tetap bertengger, Indriani Hadi sampai menutupi dadanya, namun kuturunkan.

    “Jilat kontolku sayaaang “ kataku dengan menekan kepalanya di belakang jilbabnya itu. Habis itu langsung ke belakang tubuhnya , menarik kaitan rok itu, reslutingnya aku tarik.

    “Mbak Indri lepasin dulu roknya yaa .. kita telanjang deeh “ sahutku yang tidak dijawab, Indriani Hadi malah memegang batangku.

    “Dikocok aja dulu Mbak “ rayuku yang dijawab dengan kocokan pelan Indriani Hadi itu.

    Kubiarkan wanita itu mengocok batangku pelan pelan, kulepas kemudian kaitan branya, luar biasa bentuk buah dadanya, tidak besar namun cukup montok juga, putih dan sangat segar dengan punting agak besar.

    “Susumu segar Mbak Indri “ kataku dengan menarik kepalanya dan kudorong dadanya agar rebahan, kali ini wanita berjilbab tidak menolak, kutari roknya beserta celana dalamnya, kulucuti wanita ini sampai telanjang bulat hanya menyisakan roknya saja. Aku kemudian membuka bajuku dan kulepas cepat, kemudian celanaku juga aku buang, Indriani Hadi hanya menatapku dengan nafas tak karuan.

    Kutekuk kedua kakinya agar aku bisa masuk ke dalam selakangannya, ketika aku hendak membungkuk tangan kanan wanita berjilbab ini menahan

    “Jangaaan aaaaaaaah .. dosaaaaaaaaaa “ sahut Indriani Hadi dengan menahan kepalaku dengan tenaga yang seolah olah tidak menahan kuat.

    “Sudaahlah Mbaak Indri . kita sudah sama sama telanjang .. “ kataku menarik tangan itu, kusaksikan vaginanya benar benar luar biasa indah, jembutnya tipis dan rapi, lubangnya menyempit, aku kemudian langsung menjilati memeknya dan tanganku meremas remas buah dadanya sampai membuat Indriani Hadi merintih, melenguh dan mendesah tak karuan

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaah ..ssssssssssssshh sssssssssshh ssssssssssshh .. hhhhh … aaaaaaaauuh .. huuuuh .. enaaaaaaak .. teruuuuuuuuuuusss aaaaaaaaaaaaaaaaaah “ desis Indriani Hadi dengan tak karuan itu, kedua tangannya kuat memegang kepalanya yang berjilbab, nafasnya semakin memburu, tubuhnya yang telanjang dan hanya menyisakan jilbab itu semakin membuat tubuhku semakin panas, kemolekan istri sakinah ini sudah dalam kekuasaanku.

    Kugali terus vagina Indriani Hadi yang sudah termakan gairah birahi itu, kujilati vaginanya yang sempit itu, wanita berjilbab ini menggelinjang bak cacing kepanasan, geliat tubuhnya di sofa itu kian basah oleh keringat yang membanjir, ketika hendak melepas jilbabnya aku langsung menahan tangannya, Indriani Hadi memandangku dengan mata sayu, giginya menggigit bibirnya dengan kuat tak tahan kenakalanku yang makin nakal meremas buah dadanya dengan lembut sampai Indriani Hadi melihat tanganku yang meremas nakal itu. Matanya kemudian menatapku dengan pandangan menggeleng geleng, kesadarannya semakin tampak, seolah olah mantra yang kuberikan semakin lama semakin tidak kuat lagi, seolah wanita berjilbab ini tidak terpengaruh mantra, kemungkinan besar karena aku belum menguasai mantra, selama ini hanya mengandalkan feeling. Kembali kuoral vaginanya wanita berjilbab ini sehingga Indriani Hadi langsung memejamkan matanya

    “Uuuuuuuuuh .. ssssssssssshhhhhhhhhh ssssssssssshhh hhhhhhhhh .. mmmmmmmmmhhh .. “ desis Indriani Hadi dengan mendongakan kepalanya.

    Sementara aku di selakanganya menjilati lubang yang sudah membasah itu, lubang yang sempit itu aku sibakan dengan lidahku, yang kanan kusibakan membuat Indriani Hadi menggeliat tak karuan, demikian daging sebelah kiri gantian aku sibakan sehingga wanita berjilbab ini semakin terbuai oleh nafsu birahi

    “Haaaaan aaaaaaaaaaaah .. aaakuu nggak kuaaaaat aaaaaaah .. sudah aaaaaaaaah .. pleasee .. masukin .. aaaaaaaaah .. “ lenguh Indriani Hadi dengan memandangku kembali, matanya kemudian tertuju ke selakanganku, bibirku terus menghisap lubang itu membuat wanita berjilbab ini sampai terpejam erat merasakan sensasi oralku.

    “Kamu nakaaaal aaaaaaaaaaah pleaseeeee “ erang Indriani Hadi dengan tangannya telentang, tangan kanannya sampai mendorong meja sofa itu, lubangnya semakin membesar, kumainkan klitorisnya dengan kujilat dan kusedot

    “Gila aaaaaaaah .. aduuuh Haaaaaaan .. pleaaaaaaaaaseeeeeeee “ lenguh Indriani Hadi dengan kembali bola matanya memutih tak kuat rangsanganku, lubangnya sangat sempit, kini tanganku masuk ke dalam lubang itu mengorek ke samping membuat jeritan Indriani Hadi semakin membahana.

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ jerit Indriani Hadi dengan kuat, jepitan pahanya kini semakin menguat di kepalaku, kumainkan kembali klitorisnya dan membuat Indriani Hadi membusung ke atas, kuremas remas buah dadanya agar bisa mendapatkan orgasme.

    “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw ..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang wanita berjilbab ini sambil mencengkeram kuat sofa itu. Tubuhnya menegang kaku, kemudian berdebam ke bawah dengan nafas ngos ngosan, vaginanya mengucurkan cairan panas membasahi sofa dan aku terciprat di bibirku, kutekan pahanya dan kuelus elus paha mulus Indriani Hadi, kemudian aku merapikan jilbabnya yang miring itu. Kuletakkan handphone yang berada di meja sofa itu dan kuarahkan ke tubuh kami agar bisa merekam adegan yang kuinginkan ini. Indriani Hadi memejamkan matanya dengan tangannya menggapai gapai, aku merangsangnya pelan pelan, pahanya yang sangat mulus itu menjadi incaran tanganku, mengelus dari paha sampai di pinggangnya kemudian naik dan menindih wanita berjilbab ini, Indriani Hadi kemudian membuka matanya, dugaanku benar, wanita ini sudah tidak dalam kendali mantraku, ketika membuka matanya langsung saja Indriani Hadi menjerit

    “Aapaa apaaan ini Han ? pleasee .. jangan ! Jangan .. ini dosaaa ! tolong ! “ Indriani Hadi seakan akan hendak berontak. Kubekap mulutnya dengan tangan kananku, dan tangan kiri memegang batangku dan kuarahkan ke vaginanya, Indriani Hadi sampai melotot merasakan vaginanya ada benda tumpul masuk ke selakangannya

    “Mmmmmmmmmmmmh …… “ suara yang keluar dari mulut Indriani Hadi yang kubekap

    “Jangan teriak sayaaang .. rasakan kontolku “ kataku mendesakan batangku agar bisa masuk, Indriani Hadi sampai terkaget kaget dan melotot, bahkan hendak berontak

    Indriani Hadi semakin ketakutan, sial mantraku sudah tidak mempan lagi, kini wanita berjilbab ini semakin kuat berontak, tangannya mencakar lenganku, namun aku gantian mengunci tangannya, kurentangkan kedua tangannya

    “Teriaklah, sayaaang .. kau lihat kamera di meja itu ?” ancamku

    “Haaan aaaaaaaaaaauuh .. jangan lakukan Haan .. jangan kaaau aaaaaaah aaaaaaaaaauh “ pemberontakan itu semakin kuat, namun desakan penisku semakin dalam membuat Indriani Hadi semakin melemah pelan pelan.

    “Aku sudah lama menginginkan dirimu Mbak Indri .. “ kataku yang dijawab dengan ludahan di mukaku

    “Kau biadab ! “ maki Indriani Hadi yang sudah sadar kalo vaginanya sudah dimasukan batangku walau kurang dari separo.

    “Ayolah Mbak .. sudah tanggung nich ..” kataku mendesakkan batangku pelan membuat Indriani Hadi menjerit lagi

    “Jangan Haaan .. jangan .. auuuh .. ooh .. vaginaku “ jerit Indriani Hadi dengan berusaha melepaskan tanganku.

    Baca Juga

  • Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 1

    Ngentot Memek Mbak Indri Yang Nikmat Part 1

    Cerita Ngentot Bersambung – Menonton acara siaran langsung acara selebritis di Mall Taman Anggrek sangat mengesalkan, selain penuh sesak, juga tidak bisa mendekati artis. Belum lagi untuk keluar dari Mall Taman Anggrek butuh Perjuangan. Kulangkahkan kakiku keluar dari mall, namun mataku tertumbuk pada pojokan tempat artis yang mau tampil sedang saling canda, beberapa artis senior juga berada di situ, namun mataku lebih tertuju pada wanita berjilbab warna abu abu yang sedang digandeng mesra oleh suaminya, aku mencoba mendekat, aku mengenal wanita ini sejak lama sebelum menjadi istri salah satu aktor beken Indonesia. Ketika MC memanggil nama aktor tersebut untuk tampil ke panggung, sang istri pun memberikan semangat padanya. Aku semakin terpana dengan jilbab dan pakaiaanya yang sangat kontras, pakaian abu abu dengan jilbab abu abu. Ketika aku mendekat, istri aktor tersebut terkejut melihatku

    “Oh Haan .. lama nggak kelihatan .. kemana aja kamu ?” tanya Indriani Hadi yang merupakan istri dari Syahrul Gunawan, wanita muslimah ini cukup sopan, menyalamiku dengan hanya bersentuhan pada jari jariku, tidak bersalaman

    “Baik .. masih banyak pekerjaan “ kataku enteng dengan sebentar memandang kesintalan tubuhnya, aku menjadi terangsang dengan kontrasnya pakaian itu, ditunjang dengan jilbabnya yang anggun menambah libido birahi kumat lagi jika melihat artis berjilbab. Kupandang ke arah panggung, Indriani Hadi berada di sampingku. Sesekali mengobrol sedang aku sendiri hanya melirik nakal ke arah busungan dadanya itu.

    Mantra yang kudapatkan dari temanku yang ahli di bidang klenik kupraktekan, aku kurang yakin, namun temanku bilang harus yakin, karena keyakinan itu paling penting, aku pengin menikmati tubuhnya yang mengundang air liurku. Aku mencoba mengorek tentang tempat tinggalnya setelah menikah, ketika bertanya itu malah wanita berjilbab ini bertanya balik

    “Kapan mau ke rumah ?” tanya Indriani Hadi dengan membenahi jilbabnya.

    “Ya ntar malam kalo bisa “ kataku enteng yang disambut tawa Indriani Hadi

    “Ntar malam ??? .. gila apaa .. suamiku keluar kota .. ada job “ balas Indriani Hadi dengan tertawa renyah

    “Justru itu .. bisa curhat .. ada banyak masalah “ kataku menggoda

    “Makanya .. cari istri donk “ canda Indriani Hadi dengan gemas

    “Cariin donk .. yang secantik Mbak Indri “ kataku untuk lebih mendalami tingkah laku Indriani Hadi.

    “Haaah .. aku dah jelek “ tolak Indriani Hadi dengan suara dilemahkan, lirikan matanya sungguh menggodaku.

    “Naah .. aku aja senang lihat Mbak Indri secantik ini “ kataku dengan menatapnya tajam membuat tatapan mataku membuat Indriani Hadi kebingungan. Matanya tidak berani menatapku, namun kembali mata itu memandangku, seolah aku menghipnotisnya, lagian aku cukup tajam memandang kesintalan tubuhnya sampai Indriani Hadi menutupi bagian dadanya.

    “Iiih .. kamu sekarang kok kayak buaya sih ? “ lontaran kata kata pedas dari Indriani Hadi kuanggap biasa saja.

    “Yang penting tetap lelaki .. di sana di bilang kadal, di sini dibilang buaya .. tapi yang penting perkasa “ sahutku dengan nada datar

    “Haaaaaaaaaaah .. kamu belum nikah sudah gituan ? ck ck ck ck ck “ balas Indriani Hadi dengan geleng geleng

    “Dah jamannya orang muda sekarang mengenal seks kok .. mau coba apa ?” kataku dengan berbisik sampai membuat Indriani Hadi terdiam dengan menutup mulutnya karena terkejut. Justru itu menambah cantiknya wanita berjilbab ini.

    Indriani Hadi semakin tidak tenang di dekatku, tangannya diremas kuat, entahlah apa mantra dari temanku ini manjur, tak ada sahutand ari Indriani Hadi, namun gemuruh nafasnya menjadi tak karuan, sesekali matanya melirikku, aku hanya memberikan senyum saja. Kusentuh tangannya untuk lebih membuat Indriani Hadi termakan mantraku, benar saja selepas tangannya kusentuh itu Indriani Hadi tidak menolak, lalu kuremas remas dengan pelan pelan Indriani Hadi juga tidak menyingkirkan tangannya, hanya bersifat pasif, namuan matanya melirikku sesekali

    “Malam nanti akan kutiduri kamuuu “ bisikku yang membuat Indriani Hadi menjadi kaget. Kulepas tangannya yang kupegang, aku kemudian melangkah pergi dari dekat wanita berjilbab ini.

    Selepas aku lenyap Indriani Hadi celingukan mencari aku, terlihat kepalanya sampai mencari cari, namun aku sudah lenyap. Aku kemudian menunggu sampai acara bubar, kutunggu mobil Syahrul Gunawan keluar dari Mall Taman Anggrek, kuganti bajuku agar tidak membuat curiga, kupakai topi untuk menyamarkan, keduanya lewat di samping mobilku. Bokongnya sungguh menggodaku, aku menjadi tidak tahan.

    Mobil itu keluar dari mall dan menuju ke arah Grogol, kubuntuti mereka sampai rumahnya, namun tak berapa lama kemudian Syahrul keluar dari rumahnya dengan membawa mobilnya sendirian. Indriani Hadi mengantar sampai gerbang dan diciumnya wanita berjilbab itu dan akhirnya mereka berpisah.

    Aku kemudian menyelinap masuk ke dalam rumahnya, entah kenapa gerbang rumah itu tidak dikunci, herannya wanita ini kok sendirian di rumahnya, entah kemana anaknya, aku tak perduli, aku terus masuk terus sampai depan pintu, kuketuk pintu rumahnya, dari korden sampai pintu yang terbuka itu seorang wanita berjilbab membukakan pintu, melihatku muncul Indriani Hadi menjadi terkejut namun diam saja, matanya memandangku

    “Malam ini kau milikku, sayaaang “ bisikku dengan masuk dan menutup pintu rumah itu.

    Mantra dari temanku benar benar mancur, terbukti wanita berjilbab ini tidak berontak namun tetap saja ketakutan, kemudian menjawab dengan nada datar

    “Mau apa kau Han ?” tanya Indriani Hadi dengan wajah setengah bingung dan takut

    “Memberikan kenikmatan surgawi “ kataku lagi yang disambut dengan pandangan kosong, namun kemudian menjawab

    “Jangan Haan .. jangan “ tolak Indriani Hadi dengan mundur, namun kutahan pantatnya dan kuremas remas pelan membuat wanita ini memejamkan matanya.

    “Sssssssssssh .. ssssssshhh “ desis Indriani Hadi dengan suara yang jelas ditelingaku, kemudian kutarik tangannya menuju ke sofa, wanita ini seolah menolak

    “Jangan .. jangan .. aku istri yang setiaaa “ tolak Indriani Hadi dengan wajah memelas, tidak ada pemberontakan yang frontal.

    “Tidak malam ini kau setia “ kataku dengan menarik tangannya, perlahan wanita ini mengikuti aku dan aku menariknya dan kudekap serta kuremas buah dadanya

    “Jangaaaaaan .. jangaaaaaaaan .. aaaaaaah .. pleasee .. “ tolak Indriani Hadi dengan suara yang pelan, memang mantra dari temanku ini hanya membuat wanita tidak berontak, masih menyisakan kesadaran, tinggal dibuai dengan rangsangan birahi maka wanita ini akan mudah dikendalikan.

    Kuremas buah dadanya dengan lembut, tanganku menyilang sampai membuat wanita ini mendesah desah keenakan.

    “Pleasee .. jangan lakukaan .. jangaaaaaaan .. uuuuuuuuh ssssssshhh ssssssshhh “ tolak Indriani Hadi dengan mendesis lagi, tanganku semakin nakal. Indriani Hadi masih menggunakan pakaian yang sama, baju lengan panjang warna abu abu dan rok panjang warna hitam, kususupkan tanganku masuk ke dalam baju tanpa kancing itu dan meremas lembut buah dadanya, Indriani Hadi sampai terpekik

    “Maksiaaat .. ini maksiaaaaaaat .. jangan pleasee “ tolak Indriani Hadi dengan mencekal tanganku yang sudah masuk ke dalam bajunya dan meremas gundukan kebar itu, tanganku lebih nakal lagi, melepas cekalan di telapak tanganku dan menyusup ke dalam cup branya, kuremas buah dadanya, kucium pada jilbabnya

    “Mbak Indri akan nikmat merasakan kontolku “ kataku dengan mendesakkan ke atas selakanganku, kuremas buah dadanya itu sampai membuat Indriani Hadi terpejam

    “Ssssssssssssssssshh ssssssssshhh .. uuuuuuuuuuuuuuuuuh “ desis dan lenguh Indriani Hadi semakin lama semakin terbuai dengan rangsanganku itu, kutarik kepalanya dan langsung kupagut bibirnya, pelan pelan wanita berjilab ini menyambut pagutanku, namun tak lama kemudian tangannya berusaha menarik kepalaku, kutarik badannya dan kini Indriani Hadi menindihku dengan perasangan bingung campur nikmat, kurapikan jilbabnya

    Baca Juga

  • Cerita Sex Dewasa | Teman Papa Yang Tidurin Aku

    Cerita Sex Dewasa | Teman Papa Yang Tidurin Aku

    Temen papa yang bernama Om Benny sering datang ke rumah aku di sore hari, hanya sekedar ngobrol dan minum teh ama papa di kebun belakang rumahku. Konon, Om Benny mempunyai sixth sense, bisa melihat dan melamar nasib, dan bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk halus.

    Kadang-kadang dia bawa anaknya atau istrinya juga, dan aku suka ikut nimbrung dgn mereka, topik apa aja mereka juga bahas. Om Benny yang berkaca mata tebal sudah lumayan tua, sekitar umur 65 thn, dan badannya agak gemuk dengan perut yang buncit dan napas yang bau.

    Tipe-tipe badan orang tua yang tidak fit lagi. Keriput di muka dan tangannya sudah terlihat jelas. Om Benny suka ngelirik aku, curi-curi pandang mukaku lalu badanku.

    Aku risih sekali apalagi yang ngelirik adalah temen papaku sendiri yang sudah tua. Aku hanya suka membalas Om Benny dengan senyuman, dan berkata ,Om, jangan lihatin Wati sampe gitu dong, kan malu.

    Om Benny suka tersenyum mesum, Habis Wati manis dan cakep sih, cowok yang mana gak suka liatin Wati. Dan aku jadi tersipu malu. Suatu Sabtu sore hari, seperti biasanya, Om Benny datang ke rumah aku untuk ngobrol dengan papa, tapi waktu itu papa dan mama sedang keluar, jadi aku yang ngobrol ama Om Benny.

    Tiba-tiba Om Benny tanya aku, Wati gak perawan lagi ya? Trus aku kaget dan diam aja, lalu Om Benny bilang ,Gak apa apa kok, jujur aja, Om janji gak kasih tau papa mama deh.

    Aku diem aja dan merasa takut kalau Om Benny bisa membaca pikiran aku. Om sudah tau kok dari dulu, makhluk halus yang Om pelihara kasih tau ke Om, katanya kamu sudah gak perawan. Sudah banyak yang tidurin kamu. Dan ada penyakit di badan kamu.

    Aku jadi kaget ketakutan karena dikasih tau ada penyakit di dalam badanku, Penyakit apa Om? Parah gak? Bisa disembuhin gak?, tanyaku bertubi-tubi.

    Yah, mayan parah lah Aku hanya diem membisu karena sudah ketakutan. Tapi Wati gak usah takut, Om bisa sembuhin kok. Aku agak lega ,Oh ya? Gimana? Wati harus ikut instruksi Om tanpa bantah, bisa gak? Ok, Wati akan ikut semua instruksi dari Om.

    Nah, sekarang ambil segelas air putih buat Om.

    Perasaanku bercampur antara takut dan nervous, pergi ke dapur utk ambil segelas air. Nih airnya Om Ok, Wati minum airnya dikit.

    Aku merasa aneh tapi hanya turut aja disuruh minum lalu Om Benny minum air yang baru aku minum. Ini Om lagi mencoba membersihkan penyakit di dalam tubuh kamu.

    Sekarang julurkan lidah kamu. Om mau liat. Aku menjulurkan lidahku, lalu Om Benny menyedot dengan kuat lidahku.

    Ada sensasi aneh di dalam tubuhku. Lalu Om Benny memasukkan tangannya di dalam celana dalamku, aku kaget! Jangan takut, Wati. Om mau tau separah apa penyakit yang dijangkitin Wati. Ada makhluk halus di dalam tubuh Wati yang suka mengganggu kesehatan Wati.

    Aku ketakutan dikasih tau ada makhluk halus di dalam tubuhku, jadi aku diem saja Om Benny menyentuh vaginaku. Aku merasa enak Om Benny menyentuh vaginaku, dan aku merasa vaginaku dah basah, Om Benny mengeluarin tangannya dan menjilat jarinya yang basah, Wati dah basah ya?

    Trus aku diem saja, lalu Om Benny menaikin kausku, dan mengeluarkan pentilku dari BH, lalu dia mengemut pentilku dengan kuat, aku merasa enak dan tanpa sadar aku sudah mendesah keenakan. Ke kamar Wati yuk, biar Om lebih leluasa mengobati Wati.

    Aku nurut saja ama kata-kata Om Benny Begitu di kamarku, Om Benny melepaskan celananya ,Wati, kulumin kontol Om! Aku enggan mengulumin kontolnya karena keliatan bau dan kotor kontolnya.

    Katanya mau diobatin penyakitnya? Kulum kontol Om buat ngusir makhluk halus di dalam tubuh Wati. Aku jadi nurut karena aku mau diobatin.

    Aku mengulum Kontol Om yg lagi lemas ketiduran, aku mengemut Kontol Om sampe mengeras dan Om Benny mendesah keenakan ,lbh cepat kulumnya ashh ahhh ngemut Kontol Om lebih keras dan lebih cepat.

    Aku ikut instruksinya dan menahan napas dari bau Kontol Om. Om mendesah keenakan terus, lalu Om Benny menyuruh aku telanjang, karena ini adalah upacara untuk mengusir makhluk halus.

    Om merebahkan aku di atas ranjang lalu dia menciumin aku, dia melumat bibirku dengan ganas, menciumin seluruh mukaku, melumat pentil aku kuat lalu menjilati vaginaku ,aashhhh enak Om. ah ahh ashh hmm Om, aku ga tahan lagi Om, ahhhh ashhhhhhhhhh. masukin kontol Om dong.

    Tapi Om Benny sengaja ga mau masukin kontolnya, dia masih bermain-main dengan vaginaku dengan lidah dan jarinya sampe aku memohon mohon, Om, cepet dong

    masukin kontol Om ke dalam memekku, aku dah ga tahan lagi ahh ahhhh tolong Om cepet masukin Lalu Om Benny memasukin kontolnya di dalam vaginaku,

    Oh asiknya Om ah ahahhh ashhhh Om Benny mengenjot pelan pelan, Om, ahh ahh. cepet dong ngenjotnya ahhh ashhh ahhhhahhhh lebih kuat dong Wah, Wati binal sekali Om baru tau Lalu dia mengenjot lebih cepat dan kuat sambil melumat bibirku dan memeras tetekku kuat kuat.

    Om lebih kuat meremas tetekku ahhhh ahhh Kita ganti posisi ke doggy style dan aku on top.

    Om Benny sangat lihai dlm permainan ini dia membuat aku lupa diri dan merasa high sekali kita berdua meraung raung keenakan di dalam kamar ahhh

    aaaaaaaaaahhhhhsssssahhhhhhhhh ihhhhhhh assshhhhh uhhhhhhhhahhhhha.. Wati, Om sudah mau keluar.

    Om crott di dalam memek Wati yah Iya, Om boleh ahh ahhhh cepet, ahhh Wati juga udah mau keluar ahh ahhhh Om Benny mengenjot lebih cepet dan kuat,

    ahhh ahhhh tiba-tiba tubuhnya megenjang, tandanya dia sudah keluarin spermanya di dalam vaginaku lalu Om Benny mengeluarin kontolnya dan meletakan di dalam mulutku, aku mengulum kontolnya dengan asik dan Om Benny mengerang dengan asik dan bergetar getar keenakan.

    Lalu kita berbaring sejenak sambil berciuman. Besok besok Om mau ngentotin Wati lagi utk bersihin tubuh Wati dari makhluk halus.

    Baca Juga

  • Cerita Ngentot Bersambung | Dibantu Intan Di Kamar Mandi Part 2 [Last]

    Cerita Ngentot Bersambung | Dibantu Intan Di Kamar Mandi Part 2 [Last]

    “Sssshhhh…Aahhhh…” desahnya sambil meremas rambutku. Kuselipkan dua jemariku, kuputar dan kumasukan perlahan dalam-dalam, lalu kutarik dengan cepat, untuk kembali kuhujamkan ke dalam sambil menjilati ujung klitorisnya. Intan semakin menggelinjang ke-enakan, bibirnya digigit, dan mulai meracau.

    Didorongnya pundakku tiba-tiba, dan keluar kata singkat dari bibirnya yang berpulas lipstik pink tipis menggoda “Duduk di kloset gih…”, senyumnya tersimpul. Aku segera bangkit, menutup kloset, dan duduk di atasnya, mengangkangkan kaki, sehingga batang kemaluanku mendongak seolah menantan, dengan testis terkerut karena terangsang. Intan tak berlama-lama, langsung berlutut bertumpu pada kedua telapak atas kakiku yang masih bersepatu, memandangku sebentar dengan gemas.

    Kuelus rambut sebahunya, kuremas gemas, lalu kudorong perlahan ke arahku. Seolah mengertim dikejapkannya dengan jenaka kedua bola matanya, bibirnya menyungkup menyambut kepala penisku yang sudah demikian merona merah.. cup.. dikecupnya, lalu dijulurkannya lidahnya tepat pada lubang bagian atas, ditariknya garis ke bawah lewat jalur pada kepala penis, batang bawah, terus ke bawha, dan di lahapnya sebelah bola nagaku, dikulum, dipijat digigit kecil dan diputarnya kembali lidahnya ke atas, membuatku menggelinjang tertahan. Sungguh sensasi yang sangat luar biasa.

    Aksi nekat kami masih berlangsung sampai saat terdengar suara langkah mendekat yang membuat desah nafas kami sama-sama tertahan sesaat. “Sssttt…”, instruksiku singkat agar Intan menghentikan aktifitasnya kami sama-sama diam sampai akhirnya suara langkah yang sempat mendekat itu beranjak terdengan menjauh. Kami saling memandang dengan sedikit rasa tegang dan deg-deg’an yang masih tersisa dalam hati. Tapi kemudian berubah menjadi senyum merona pada wajah kami masing-masing.

    Batang kemaluanku yang sempat melemas kembali digenggam oleh Intan, sambil kembali dia dengan gemas mengecup dan mengulum burungku. dengan sesekali membuat gerakan “deep throat” yang membuat nafasku tertahan, seolah akan mencapai klimaks saja. “Steven…emmmmhhh…masukin sekarang ya?” Pintanya manja. Akupun segera berdiri dan membimbing kedua lenganya untuk bangkit. Aku berdiri membelakanginya, sementara dia membalikkan diri untuk berpegang pada tepian bak kamar mandi, mengambil posisi menungging sambil berdiri. Aku segera mengelus pantatnya yang mulus & menggairahkan itu, mencari sela-sela di antara rambut kemaluannya yang tipis, daging bertumpuk kemerahan itu tampak menggoda dengan sedikit lelehan bening yang mengalir basah.

    Aku mengarahkan batang penisku ke belahan merekah itu dengan tangan kiri, sementara tangan kananku terlingkar lewat pada kanan Intan, membuat huruf V terbalik dari arah depan, membuka bibir kemaluannya agar mempermudah penetrasi. Kugesekkan kepala kontolku perlahan untuk merasakan sensasi hangatnya cairan miliknya, dan setelah licin, aku mulai mendorong kepala penisku ke dalam mulut mekinya yang mulai melebar, terus semakin dalam, setelah masuk sepertiganya aku berhenti.

    Kedua belah tanganku meraih payudaranya dari belakang, merabanya, memberi pijatan kecil pada putingnya yang menegang. meremasnya, sementara Intan membalikkan lehernya ke arah mukaku. Aku lidahku di dalam mulutnya yang mengeluarkan rintihan-rintihan pelan, sambil menggerakan pantatku dengan gerakan mendorong. Kedepan, membuat kontolku semakin tertanam dalam hangatnya dua belah daging lembu lembap yang seolah merangkul dan menghisapnya dalam sebuah lobang meki.

    “Emmmhhhkk Ahhhkk” Suara Intan tertahan sesaat aku memasukan kontolku dengan gerakan tusukan mendalam, bibirnya masih menempel dan mendesah, mengeluarkan aroma nafas hangatnya yang mulai memburu Intan menggoyangkan pantatnya dengan gerakan memutar, sementara aku memaju mundurkan kontolku dengan sedikit memiringkan pantatku, menciptakan sensasi luar biasa bagi kami berdua.. “Aaahhh..Eeehhhkk..Ouchh…Steven”, seru nya perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya. Peluh menetes di lehernya yang kujilati, dan cairan dari kemaluannya membuat sensasi suara bergesekan yang terdengar merdu di telinga.

    “Cpakkkk…cpakkk…”, membuatku semakin bersemangat meremas payudara Intan yang saat ini demikian keras. “Masukin yang dalam doongggg”, pintanya. Aku menurutinya dengan memperlahan gerakanku dengan tetap mempertahan ritme, irama, dan sodokan yang semakin intensif, agresif dan dalam. Ingin aku memandang wajah Intan lebih leluasa saat bercinta, aku mencabut kemaluanku, membalikkan badan Intan dengan segera, mendudukkannya di tepian bak kamar mandi membimbing kedua kakinya melingkari pantatku, dan kembali aku memasukkan burungku.

    Aku memeluk punggunya, menahan tubuhnya agar tak terjatuh ke belakang, sambil terus menggoyangkan pantatku, menggauli Intan yang terengah-engah sambil memejamkan matanya sambil mencium bibir dan mulutku dengan penuh gairah “Steven… cepetin donk” please, aku mau nyampai nih…”, serunya di antara desahan nafas yang memburu dan lenguhannya yang menggairahkan. Aku menciumi bibirnya sambil mempercepat gerakanku, menahan agar teriakan orgasmennya tak terdengar dari luar kamar mandi

    “Steven, sekarang ya.. sekarang !!”, aku memberi beberapa sodokan mendalam sambil menggoyang pantatku memutar, dan disambut gelora dahsyat hentakan tubuh Intan yang terhempas pada dada dan perutku. “Aaahhkkk.. Steven…Ouuchhhh..Emmmhhh”, tanganya menggapai testisku dan meremasnya, membuat gerakan ku semakin mendalam di dalam hangatnya memek Intan yang mengeluarkan lelehan lendir bening keputihan yang membasahi seluruh batang kontolku. Intan melemas, namun masih memeluk dan menciumiku.. “Ah, curang, kamu belum nyampai ya? “tanyanya “Iya nih”, sahutku sambil tersenyum.. “Kamu memang perkasa ya”, pujinya. “Ah, bisa aja kamu”, aku lalu mencabut penisku, dan tampak lelehan dari vaginanya menetes ke lantai kamar mandi, dan sebagian mengalir di paha mulusnya. “Ayo sini aku keluarin kamu”, katanya singkat, dan aku dibimbingnya duduk di kloset, dia membelakangiku, duduk di atas pangkuanku dengan mengangkangkan kakinya lebar-lebar, sambil tangan kirinya membimbing kontolku kembali membelah memeknya yang basah.

    “Aaahh .. Intan.. ..” , pahaku menegang sesaat, pantatku terhunjam dalam, batang penisku hilang tertelan memeknya yang merekah merah, spermaku muncrat deras ke dalam memeknya yang disambut lenguhan panjang Intan yang ternyata meraih orgasmenya untuk kali yang kedua “Aaahh…”, “Steven…”, tubuhnya memompa beberapa kali sampai kontolku melemah. Lelehan spermaku dan cairan mekinya meluber kelaur membasahi paha, selangkangan dan kemaluan kami. Intan menciumiku dengan lembut. “Kamu hebat banget sih”, senyumnya aku hanya menjawab pujian dengan senyuman.

    Baca Juga